Tentukan Arah Dukungan, PAN Gelar Rakernas Usai Putusan MK
Tentukan Arah Dukungan, PAN Gelar Rakernas Usai Putusan MK. Bara menegaskan partainya tidak akan takut dicap sebagai pembelot. Sebab, kata dia secara de jure koalisi sudah selesai setelah putusan MK.
Partai Amanat Nasional (PAN) segera menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Juli mendatang. Rakernas itu dilakukan untuk menentukan arah dukungan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan putusan akhir terkait sengketa Pilpres 2019.
"Kami akan menyatakan sikap selanjutnya bagi PAN kan semuanya sudah selesai kan, dan kami kemungkinan besar akan melakukan Rakernas secepatnya untuk menentukan sikap politik PAN, the next logical step, langkah-langkah logis selanjutnya bagi PAN sebagai parpol, apa yang kami bisa lakukan untuk lima tahun ke depan," kata Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6).
Bara menegaskan partainya tidak akan takut dicap sebagai pembelot. Sebab, kata dia secara de jure koalisi sudah selesai setelah putusan MK.
"Memang kami harus tunggu semua proses secara resmi, dan itu harus diputuskan oleh tim Prabowo untuk mengajukan gugatan ke MK dan itu kami hormati, kami tidak melakukan apa-apa," ungkapnya.
Setelah putusan MK, lanjut Bara setiap partai bisa menentukan arah dukungannya sendiri. Termasuk arah PAN untuk lima tahun.
"Dan itu memang sudah selesai secara official secara resmi dan tentu partai yang tergabung di koalisi memiliki otoritas penuh termasuk PAN untuk menentukan langkah selanjutnya," ucapnya.
Diketahui, Mahkamah Konstitusi memutuskan sidang putusan sengketa Pilpres 2019 digelar pada Kamis (27/6). Dimajukan satu hari dari Jumat, 28 Juni.
Baca juga:
Mungkinkah Jokowi Tanpa Oposisi?
PAN Jadikan Putusan Sengketa Pilpres Rujukan Tentukan Sikap Politik
PAN: Jokowi Tidak Menawarkan, Kita Juga Tak Minta Jatah Menteri
Elite PAN Sebut Kader dan Simpatisan Ingin Tetap jadi Oposisi
Usai Sidang Putusan MK, Ketum PAN Minta Kubu 01 dan 02 'Move On' dari Pilpres
DPW PAN Yogyakarta Tolak Wacana Bergabung ke Koalisi Jokowi