LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Tak menolak jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera ajukan 3 syarat

Alumni gerakan 212, Kapitra Ampera disebut daftar menjadi calon legislatif dari PDIP di Pemilu 2019. Namun, tim advokasi GNPF-MUI ini mengaku tidak tahu menahu soal dirinya yang didaftarkan jadi caleg PDIP.

2018-07-18 15:53:11
Pendaftaran Caleg
Advertisement

Alumni gerakan 212, Kapitra Ampera disebut daftar menjadi calon legislatif dari PDIP di Pemilu 2019. Namun, tim advokasi GNPF-MUI ini mengaku tidak tahu menahu soal dirinya yang didaftarkan jadi caleg PDIP.

Pengacara habib Rizieq Syihab ini mengatakan, akan mengkonfirmasi hal tersebut kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia mengaku kaget karena belum sama sekali berkomunikasi dengan Hasto.

"Saya menangkap rekomendasi, tetapi problemnya sekarang kemarin saya dicalonkan PDIP di Dapil Sumatera Barat, saya hari ini mencoba berkomunikasi dengan DPP PDIP terus terang saya belum pernah bertemu dengan satu orang pun dari DPP, saya pun belum pernah bertatap muka, bertemu, bicara dengan Sekjen PDIP dan saya ingin bertanya langsung apa betul saya dicalonkan melalui dapil Sumatera Barat dan saya belum mendapat konfirmasi langsung," katanya di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Advertisement

Kapitra sendiri tidak mengetahui apakah berkasnya sudah masuk atau belum di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia juga tidak menjawab apakah pernah tanda tangan berkas pencalegan lewat PDIP.

"Saya ingin konfirmasi kepada orang yang calonkan saya, dan saya sedang minta tolong untuk bertemu dan bertanya langsung. Saya ingat-ingat dulu ya (tanda tangan berkas)," tuturnya.

"Habis ini saya mau langsung menghubungi pak Sekjen," tambah Kapitra.

Advertisement

Kapitra tak menolak jika memang dicalonkan menjadi anggota legislatif oleh PDIP. Namun dia mengajukan beberapa syarat.

Yakni mewakili keislamannya di dalam partai. Kedua karena mayoritas republik Indonesia umat Islam, aspirasi umat Islam yang ia wakili harus didengar. Kemudian mampu menjembatani kebaikan orang di dalam maupun luar partai.

"Kalau tiga hal ini dipenuhi saya ikut. Jangan ke caleg, jadi apa saja mau," ucapnya.

"Iya kalau tiga persyaratan komunikasi politik ini real, punya keleluasaan untuk menyerap aspirasi jembatan kebaikan dan sebagainya why not?" kata Kapitra.

Sebulan lalu, Kapitra juga mengungkapkan bahwa dirinya direkomendasikan menjadi kader PDIP. Namun Kapitra tidak menegaskan kader PDIP yang menawarkannya masuk.

"Saya ingin sampaikan saya pernah direkomedasi oleh saudara sahabat sahabat abang-abang yang saya hormati dan diminta untuk PDIP, artinya untuk masuk ke dalam, sehingga bisa menjadi jembatan, aspirasi antara di luar maupun di dalam, dan rekomendasi ini menjadi pertimbangan bagi saya, saya sangat pertimbangkan," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, Rizieq sudah mengetahui soal kabar dia ditawarkan masuk PDIP. Kapitra juga berkonsultasi dengan ulama.

"Saya komunikasi dengan banyak ulama. Saya juga menghubungi Habib Rizieq. Belum ada respons. Belum ada komentar. Saya lagi tunggu," tutup dia.

Baca juga:
PPP tak daftarkan Rommy jadi caleg agar fokus bantu kampanye
Partai Garuda dan PKPI tak daftarkan caleg ke KPU Solo
Ketum PAN ungkap biaya 'transfer' Lucky Hakim ke NasDem capai Rp 5 M
7 Menteri Jokowi yang jadi Caleg di Pemilu 2019
701 Bacaleg dari 16 Parpol terdaftar di KPUD Tangsel
Golkar sebut Wakil Wali Kota Makassar batal nyaleg

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.