Tahukah Anda? Latihan Maritim Philindo 2025: TNI AL & Philippine Navy Perkuat Keamanan Perbatasan
Latihan Maritim Philindo 2025 antara TNI AL dan Philippine Navy resmi dimulai, bertujuan memperkuat keamanan maritim di perbatasan. Apa saja yang akan dilatih?
Latihan Bersama Maritime Training Activity (MTA) Philindo 2025 antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Philippine Navy telah resmi bergulir. Kegiatan ini bertujuan memperkuat stabilitas keamanan maritim di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Filipina. Latihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas operasional kedua angkatan laut di wilayah strategis tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Maritim (Kadispen Kodaeral) VIII, Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa latihan ini adalah wujud komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan. Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung hingga tanggal 3 Oktober 2025 mendatang.
KRI Lumba-lumba-881 dari TNI AL dan BRP Artemio Ricarte (PS-37) dari Philippine Navy menjadi tulang punggung dalam latihan ini. Kedua kapal perang tersebut akan terlibat dalam berbagai skenario latihan di laut. Penyambutan kapal perang Filipina telah dilaksanakan di Dermaga Utama Satrol Kodaeral VIII, Bitung, menandai dimulainya agenda penting ini.
Perkuat Stabilitas Keamanan Maritim Perbatasan
Latihan Maritim Philindo 2025 merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Filipina di sektor pertahanan maritim. Fokus utama latihan ini adalah meningkatkan kemampuan kedua negara dalam menghadapi ancaman keamanan di wilayah perbatasan laut. Kolaborasi ini menjadi krusial mengingat dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang.
Kadispen Kodaeral VIII, Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, S.H., di Bitung, Minggu, menjelaskan bahwa latihan ini dirancang untuk meningkatkan profesionalisme prajurit. "Latihan ini diharapkan memperkuat kerja sama bilateral sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit kedua negara dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan perbatasan Indonesia–Filipina," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan jangka panjang dari kegiatan tersebut.
Stabilitas keamanan maritim di perbatasan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Dengan adanya latihan rutin seperti MTA Philindo 2025, diharapkan dapat tercipta lingkungan maritim yang lebih aman dan kondusif. Hal ini juga akan mendukung upaya penegakan hukum di laut dan pemberantasan kejahatan transnasional.
Materi Latihan Komprehensif dan Peningkatan Profesionalisme
MTA Philindo 2025 mencakup beragam materi latihan yang dirancang untuk mengasah keterampilan operasional prajurit kedua negara. Salah satu materi penting adalah Visit Board Search and Seizure (VBSS), yang melatih prosedur pemeriksaan dan penggeledahan kapal di laut. Latihan ini sangat penting untuk penegakan hukum dan pencegahan aktivitas ilegal.
Selain VBSS, latihan juga mencakup Casualty Evacuation (CASEVAC) yang berfokus pada evakuasi korban dalam situasi darurat di laut. Aspek penting lainnya adalah Maritime Domain Awareness (MDA), yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas di wilayah maritim. Seluruh materi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan respons cepat.
Berbagai latihan di laut akan disimulasikan untuk menguji koordinasi dan interoperabilitas antara TNI AL dan Philippine Navy. Pertukaran budaya juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini, mempererat hubungan personal antar prajurit. Ini menciptakan fondasi kuat untuk kerja sama yang lebih mendalam di masa depan.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) MTA Latma Philindo 2025, Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel F. E.D, S.E., M.Tr.Hanla., CRMP, bertanggung jawab memastikan kelancaran dan efektivitas seluruh rangkaian latihan. Peran kepemimpinan ini krusial dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sambutan Hangat dan Semangat Persahabatan
Kedatangan kapal perang Philippine Navy BRP Artemio Ricarte (PS-37) di Dermaga Utama Satrol Kodaeral VIII, Bitung, disambut dengan upacara meriah. Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., yang diwakili Asops Dankodaeral VIII, secara langsung menyambut delegasi Filipina. Momen ini menjadi simbol kuat persahabatan kedua angkatan laut.
Prosesi penyambutan yang disebut Merplug dilakukan oleh prajurit Satrol dan Yonmarhanlan VIII, menunjukkan kehormatan kepada tamu. Pengalungan bunga kepada Komandan BRP Artemio Ricarte (PS-37) Cdr Abram R Taguinod, penampilan tarian tradisional Tetengkoren, serta sesi foto bersama, semakin memeriahkan suasana. Ini mencerminkan eratnya persahabatan kedua angkatan laut.
Delegasi Philippine Navy dipimpin oleh Komandan Efren Ryan Fajardo selaku Perwira Penghubung Filipina di Manado, didampingi sejumlah perwira dan bintara. Kehadiran mereka menandai dimulainya rangkaian latihan yang akan berlangsung hingga 3 Oktober 2025, dengan fokus pada peningkatan koordinasi operasi maritim bersama. Acara penyambutan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam acara penyambutan, antara lain Dansatrol Kodaeral VIII, Komandan KRI Lumba-lumba-881, para Kasatker Kodaeral VIII, unsur Forkopimda Kota Bitung. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Latihan Maritim Philindo 2025 ini.
Sumber: AntaraNews