Survei Polmark Sebut Elektabilitas PAN 5,9%, PKS & PPP Tertinggal
Lembaga Survei Polmark Indonesia merilis hasil survei elektabilitas partai politik dari 73 Daerah Pemilihan (Dapil) di seluruh Indonesia. Hasilnya, elektabilitas PAN di antara partai Islam dan berbasis massa Islam, berada di atas elektabilitas PKS, PPP dan PBB.
Lembaga Survei Polmark Indonesia merilis hasil survei elektabilitas partai politik dari 73 Daerah Pemilihan (Dapil) di seluruh Indonesia. Hasilnya, elektabilitas PAN di antara partai Islam dan berbasis massa Islam, berada di atas elektabilitas PKS, PPP dan PBB.
Dalam survei itu elektabilitas PAN 5,9 persen, PKS 4,5 persen dan PPP sebesar 4,4 persen. Sementara, PBB terancam tidak lolos ambang batas parlemen dengan raihan hanya 0,5 persen.
"Menurut survei Polmark, PAN justru punya capaian signifikan untuk lolos Parliamentary Threshold (PT) dengan elektabilitas sebesar 5,9 persen," kata CEO Polmark Indonesia Eep Saefullah Fatah dalam pernyataannya, Kamis (14/3).
Menurut Eep, responden dalam survei ini berjumlah 32 ribu orang dengan rentang waktu Oktober 2018 sampai Februari 2019.
"Hasilnya PAN solid di posisi keenam dengan elektabilitas 5,9 persen," katanya.
Menurut Eep, survei dilakukan di 73 Dapil seluruh Indonesia. Survei dilaksanakan Oktober 2018 hingga Februari 2019
"Sebaran 73 Dapil yang menjadi objek survei kami ada di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Maluku, dan Papua," kata Eep.
Berdasarkan survei tersebut, sembilan partai yang dinyatakan lolos parlemen adalah PDI Perjuangan (28,6 persen), Gerindra (14,1 persen), Golkar (13,5 persen), PKB (11,5 persen), dan Demokrat (6,9 persen). Kemudian, PAN (5,9 persen), NasDem (5,6 persen), PKS (4,6 persen), dan terakhir adalah PPP (4,5 persen).
Sementara partai yang tidak lolos PT antara lain Perindo (2 persen), PSI (0,6 persen), Berkarya (0,4 persen), Garuda (0,1 persen), Hanura (1,1 persen), PBB (0,5 persen), dan PKPI (0,2 persen).
Baca juga:
KPU Ingatkan Hasil Quick Count Baru Boleh Dirilis 2 Jam Setelah TPS Tutup
Cak Imin soal Prabowo Tak Percaya Survei: Jangan Pakai Lembaga Abal-Abal
PKB Inisiasi Gerakan Nusantara Bertauhid Demi Tangkal Perpecahan di Pilpres
Ribuan Surat Suara Rusak Ditemukan di Sukoharjo dan Boyolali
AHY Sebut Banyak Rakyat Sulit Dapat Pekerjaan yang Layak
Survei Median: PDIP Kuasai Empat Wilayah DKI, Kalah di Jakarta Selatan