Sudirman dicecar, 'kenapa bukan bos Freeport yang lapor ke MKD?'
"Kredibilitas bapak sebagai menteri nanti bagaimana jika ternyata buktinya tidak kuat," kata politikus PDIP itu.
Menteri ESDM Sudirman Said mengaku mendapat rekaman dari Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Pengakuan ini pun mengundang sejumlah pertanyaan dari anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
"Kenapa kok tidak meminta yang membuat rekaman melaporkan pada MKD," tanya anggota MKD, M Prakosa di ruang sidang, Rabu (2/12).
Lalu, Prakosa juga mencecar mengenai keabsahan rekaman pembicaraan berdurasi 1 jam 27 menit tersebut. Sudirman sendiri mengaku rekaman asli saat ini masih dipegang Maroef.
"Kredibilitas bapak sebagai menteri nanti bagaimana jika ternyata buktinya tidak kuat," kata politikus PDIP itu.
Seharusnya kata Prakosa, jika Sudirman serius memberhangus mafia kasus ini dilaporkan ke aparat berwajib. "Kalau ingin memberantas pemburu rente tidak hanya ke MKD tapi juga ke penegak hukum," sarannya.
"Bagaimana pun saya mendorong bapak dalam waktu dekat untuk menggali bukti hukum dan menyampaikan pada penegak hukum. Sekarang kejaksaan sudah melihat bukti-bukti ini ya," tambahnya.
Mendengar itu, Sudirman mengatakan etik adalah masalah penting. Terlebih seorang Setya Novanto adalah ketua lembaga tinggi negara.
"Yang bisa menjalani itu etik. Etik merupakan hal yang penting untuk membuat kredibilitas," tandasnya.
Baca juga:
Sudirman: Saya berkepentingan bersihkan praktik pemburu rente
Menduga kasus Setnov berbau korupsi, Kejagung periksa sejumlah saksi
JK pantau sidang Sudirman Said di MKD dan catat beberapa hal penting
Wakil ketua MKD dari Gerindra tolak rekaman lengkap diperdengarkan
Lobi kontrak Freeport berbau korupsi, Setnov akan diperiksa Kejagung
Jika dipanggil MKD, Luhut bilang 'datang, diomongin, dijawab'
Sidang di MKD, Sudirman Said sebut Riza Chalid sosok kontroversial