Soal kinerja Bappilu, suara kader Hanura terpecah
"Saya pikir hasil lima persen merupakan hasil yang harus dihormati. Bahwa kita semua struktur bekerja dengan baik."
Kinerja Bappilu yang diketuai Hary Tanoesoedibjo dianggap kurang maksimal mendapat pandangan negatif dari sebagian kader Partai Hanura. Mereka mendesak agar kinerja Bappilu dievaluasi dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas).
Namun tidak semua kader Hanura menilai kinerja Bappilu tidak maksimal. Dengan perolehan suara sekitar lima persen, hasil itu harus dihormati.
"Saya pikir hasil lima persen merupakan hasil yang harus dihormati. Bahwa kita semua DPD, caleg, semua struktur bekerja dengan baik," ujar Ketua Pemuda Umum Hanura Wisnu Dewanto, saat menghadiri Rapimnas, Selasa (6/5).
Namun, dirinya mengakui, jika perolehan suara Hanura di pemilihan legislatif jauh dari harapan partai. "Tapi itu tentunya jauh lebih kecil dari ekspektasi kita," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Hanura Yudi Chrisnandi mendesak partai mengevaluasi kinerja Bappilu dalam pileg. Yudi menegaskan, salah satu penyebab utama Partai Hanura tidak mencapai target merupakan tanggung jawab Bappilu.
"Evaluasi penting apa yang menyebabkan tidak tercapai target. Evaluasi itu penting, yang mengevaluasi DPD dan DPP. Evaluasi akan diberhentikan penanggung jawab Bappilu, itu adalah langkah-langkah demikian," jelas Yudi dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Minggu (4/6).
Yudi mengaku banyak aspirasi yang muncul dari kader-kader dan pengurus Partai Hanura di daerah menginginkan evaluasi Bappilu. Sebab, kinerja Bappilu merupakan ujung tombak pemenangan partai, namun kinerjanya dinilai tidak profesional.
"Tidak realisasinya dana saksi kader-kader partai, memunculkan kehendak kuat dari daerah. Ketua Bappilu orang yang akan dianggap bertanggung jawab dalam kegagalan Partai Hanura," tandasnya.
Baca juga:
Rapimnas Hanura, Wiranto buka dengan pukul gong
Di rapimnas, Wiranto sebut Pemilu 2014 penuh kecurangan
Hary Tanoe sebut evaluasi Bappilu usai perhitungan suara beres
Wiranto ajak kader Hanura gabung di pemerintahan mendatang
Hary Tanoe anggap pengkritiknya sebagai oknum di Hanura