Soal Gubernur Masuk Gorong-Gorong & Nyebur Kali Kotor, Ada yang Lebih Hebat dari Jokowi atau Dedi Mulyadi?
Viral aksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang terjun langsung ke kali kotor bersihkan sampah penyebab banjir di Sukabumi.
Dalam upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, beberapa gubernur di Indonesia pernah menunjukkan kepedulian dengan turun langsung ke lapangan.
Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang dikenal aktif membersihkan selokan dan gorong-gorong dari sampah. Aksi ini tidak hanya menunjukkan kepemimpinan yang baik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Joko Widodo, yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, beberapa kali terlihat memasuki selokan dan gorong-gorong. Salah satu momen penting terjadi saat Jokowi meninjau genangan air di Jalan Raya Lenteng Agung tahun 2012 lalu.
Di lokasi tersebut, Jokowi menemukan banyak sampah yang menyumbat aliran air. Dalam upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Joko Widodo tidak ragu untuk turun ke selokan dan melakukan pembersihan secara langsung.
Selain itu, aksi serupa juga terjadi di Bundaran Hotel Indonesia, di mana Joko Widodo masuk ke dalam gorong-gorong untuk memeriksa ukuran dan kondisi saluran air.
Tindakan ini menunjukkan komitmennya untuk memastikan sistem drainase di Jakarta berfungsi dengan baik, terutama mengingat kota ini sering mengalami banjir akibat sampah yang menumpuk di saluran air.
"Di bayangan saya, di bawah jalan-jalan di DKI ini besar-besar, bisa untuk sepakbola, tapi kenyataannya diameternya cuma 60 centimeter," ujar Jokowi saat itu.
Aksi Dedi Mulyadi
Tidak hanya Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini viral. Aksinya mendapatkan banyak pujian. Karena dia turun langsung nyemplung ke kali kotor berlumpur dan penuh sampah di Sukabumi.
Dedi Mulyadi turun ke sungai untuk membersihkan sampah. Tindakan ini merupakan bagian dari upayanya untuk menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi Mulyadi merasa heran dengan salah satu jembatan yang disinyalir sebagai biang kerok terjadinya banjir di Sukabumi.Bagaimana tidak, jembatan tersebut justru menghambat aliran air akibat sampah yang menumpuk di kolong jembatan.
Menurut Dedi, penyebabnya adalah bentuk konstruksi jembatan yang salah dan tidak sesuai sehingga menghambat aliran air.
"Ini jembatan, harusnya konstruksi jembatan itu tidak lurus pak, konstruksi jembatan itu melengkung. Jadi kalau konstruksi jembatan melengkung karena rusak hulunya, airnya lewat," kata Dedi.
Kali Hitam Penuh Sampah
Dalam video unggahannya, Dedi Mulyadi ikut turun langsung ke dalam sungai untuk memungut sampah yang tersangkut di dasar sungai.
Mantan anggota DPR RI tersebut juga membantu salah seorang warga yang merelakan diri masuk ke dalam kolong untuk mengambil sampah yang menjadi penyebab aliran air mampet.
Dedi tak merasa risih dan memberanikan diri kotor-kotoran di tengah sampah demi bisa membuat aliran sungai kembali lancar.
Tampak sejumlah sampah dari plastik hingga organik berhasil diambilnya bersama warga yang lain.