LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Soal dukungan di Pilpres, Partai Berkarya putuskan bulan Juni

Badar menuturkan, partainya tak mau buru-buru menjatuhkan pilihan. Sebab, saat ini baru nama Joko Widodo yang muncul sebagai calon presiden. Namun, komunikasi informal dengan partai-partai baru telah terjalin dari sekarang.

2018-03-01 07:35:00
Partai Berkarya
Advertisement

Partai Beringin Karya atau Berkarya menyatakan bakal ikut mendukung salah satu calon presiden di Pemilu Serentak 2019. Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan sikap politik untuk mendukung salah satu calon presiden akan diputuskan dalam Rapat Pimpinan Nasional pada Juni 2018.

"Kita belum (putuskan) jadi walaupun komunikasi sudah dibuka tapi fokusnya untuk menetapkan itu mungkin di sekitar Mei-Juni," kata Badar saat berbincang dengan merdeka.com di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/6).

Badar menuturkan, partainya tak mau buru-buru menjatuhkan pilihan. Sebab, saat ini baru nama Joko Widodo yang muncul sebagai calon presiden. Namun, komunikasi informal dengan partai-partai baru telah terjalin dari sekarang.

Advertisement

"Jadi kita bisa membuka komunikasi apalagi partai kita partai baru. Baik dari pihak partai lama maupun partai baru sudah nonformal sudah kita hubungan, kita masih timbang-timbang mana pilihan berikutnya. Karena belum mengerucut yang baru pasti kan Pak Jokowi ya," ujarnya.

Para kader, kata Badar, sebenarnya menginginkan Ketua Dewan Pembina Mandala Utomo Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto sebagai calon presiden. Tetapi, Berkarya mengakui rencana mencalonkan Tommy terhalang oleh aturan perundang-undangan.

"Kalau aspirasi kader aspirasi ulama yang kita temui meminta Tommy Suharto jadi Presiden. Cuma kan tidak ada peluang bagi partai baru sesuai UU," tegas Badar.

Advertisement

Meski demikian, peluang Tommy maju bisa terjadi jika ada partai lama meminangnya menjadi calon presiden. Berkarya tak mau menyia-nyiakan tawaran yang masuk kepada Tommy.

"Tapi yang dicalonkan kan partai-partai lama yang punya kursi ya tergantung ada tawaran dari partai lama yang berhak untuk mencalonkan tawaran ke figur kami, ya why not gitu kami bersedia," tuturnya.

Badar melanjutkan, partainya akan menyusun rencana jangka panjang untuk mencalonkan putra Presiden ke 2 RI Soeharto tersebut pada Pilpres 2024 mendatang.

"Ya otomatis itu kenapa kita punya target minimal 1 tiap dapil ya otomatis kita ingin mencalonkan Presiden di 2024," ujarnya.

Partai Berkarya menjadi partai baru di ajang Pemilu 2019. Partai berlambang pohon beringin telah mendapat nomor urut 7 sebagai partai peserta pemilu pada Sabtu (17/20 lalu.

Setelah lolos jadi peserta pemilu, Partai Berkarya langsung pasang target untuk meraih 78 kursi di Parlemen.

Baca juga:
Soal dukungan di Pilpres, Partai Berkarya putuskan bulan Juni
Partai Berkarya akui beririsan dengan Golkar
Heran aturan KPU, Mendagri sebut 'Masak Mas Tommy tidak boleh pasang foto bapaknya'
Romantisme orde baru dan Soeharto baru bisa dibuktikan saat Pemilu
Meski kurang populer, partai Tommy Soeharto paling banyak dicari di Google

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.