LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Soal 5 Nama Kandidat Jaksa Agung, Demokrat Bilang 'Prabowo yang Tentukan'

Dalam foto tersebut, ada nama penyidik KPK Novel Baswedan, mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto serta Busyro Muqoddas. Dua lainnya yakni, ahli hukum Todung Mulya Lubis dan mantan pimpinan KPK Chandra M Hamzah.

2019-01-31 11:59:31
Pilpres 2019
Advertisement

Partai Demokrat sepakat posisi jaksa agung tak boleh diisi kader partai atau berafiliasi dengan partai politik. Karena itu, Demokrat menjamin, apabila Prabowo-Sandiaga menang, maka jaksa agung diisi oleh orang-orang berintegritas yang jauh dari latar belakang politik.

Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, Kejaksaan Agung lembaga hukum yang sangat penting dan menentukan.

"Harus diisi orang yang berkompeten dan tanpa terikat afiliasi politik tertentu," kata Hinca kepada merdeka.com, Kamis (31/1).

Advertisement

Hinca menanggapi beredarnya lima kandidat calon jaksa agung dalam pemerintahan Prabowo-Sandiaga. Dia tak tahu soal lima nama kandidat tersebut dibuat oleh siapa. Tapi menurut dia, jaksa agung harus bekerja untuk kepentingan umum.

"Dia bekerja untuk kepentingan umum menegakkan hukum di bingkai keadilan," tambah anggota Komisi III DPR itu.

Advertisement

kandidat jaksa agung era prabowo-sandiaga ©2019 Merdeka.com/istimewa


Beredar di media sosial lima tokoh nasional yang disebut menjadi kandidat Jaksa Agung apabila Prabowo-Sandiaga menang Pilpres 2019. Lima tokoh ini memang dikenal sebagai orang-orang yang pakar di bidang hukum dan tak berafiliasi pada partai politik.

Dalam foto tersebut, ada nama penyidik KPK Novel Baswedan, mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto serta Busyro Muqoddas. Dua lainnya yakni, ahli hukum Todung Mulya Lubis dan mantan pimpinan KPK Chandra M Hamzah.

Hinca menganggap, nama-nama tersebut sebagai sebuah aspirasi dari masyarakat. Layak atau tidaknya, dia menilai, Prabowo nantinya yang berhak untuk menentukan.

"Nama yang dimunculkan di masyarakat tentulah nama yang juga sesuai perasaan publik. Tinggal presiden terpilih memutuskannya," tegas Hinca.

Baca juga:
Lari Pagi di Alun-Alun Demak, Sandiaga Dapat Banyak Sumbangan Warga
Novel Baswedan dan Bambang Widjojanto Jadi Kandidat Jaksa Agung Prabowo?
PDIP Tak Percaya Curhat Sopir Truk: Sandi-wara Suara Rakyat
Prabowo-Sandiaga Lebih Percaya Pendapat Ahli Ketimbang Survei LSI
BPN Prabowo Harusnya Ajak Masyarakat Hentikan Isu Kebangkitan PKI
BPN Sebut Utang Negara Meroket Tetapi Tidak Jelas untuk Apa
BPN Prabowo Harap Kampus Tiru UGM Gelar Dialog Membedah Visi Misi Capres-Cawapres

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.