Sidang Setnov tertutup, anggota MKD curhat dimaki lewat SMS
Dimyati berharap MKD segera mengeluarkan putusan terhadap dugaan pelanggaran etik Setya Novanto.
Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Achmad Dimyati Natakusumah mengaku dikirimi SMS bernada makian dari banyak nomor yang tak dikenal terkait sidang MKD saat memeriksa Setya Novanto dilakukan tertutup.
"Kemarin ada yang marah. Karena kemarin kan tertutup. Mereka intinya ingin terbuka. Saya banyak yang dimaki-maki. Langsung telepon. Makanya Pak Zainut bilang sabar ke saya," kata Dimyati di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12).
Dimyati merupakan anggota baru MKD dari PPP yang menggantikan Zainut Tauhid Sa'adi. Banyaknya SMS dan telepon yang masuk karena nomor handphone para anggota MKD termasuk dirinya disebar di media sosial.
Menanggapi desakan publik yang kuat, Dimyati berharap segera ada putusan di MKD terkait dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. "Saya malah pengen cepat selesai. Pengen cepat putusan. Biar tugas saya selesai jangan sampai ini menjadi panjang. Kasihan anggota MKD," tuturnya.
Dimyati juga mengklaim bahwa dirinya bertindak sesuai kebenaran. Menurutnya tak ada arahan dari kubu Djan Faridz untuk mengamankan kasus Novanto.
"Kita ini mau mengamankan marwah martabat legislatif. Enggak ada tugas dari ketum saya untuk mengamankan Pak Novanto. Tapi alasannya harus jelas tidak boleh kriminalisasi," pungkasnya.
Baca juga:
Jaksa Agung beri isyarat kasus 'Papa Minta Saham' naik ke penyidikan
Kecam MKD, asosiasi koruptor & mafia bawa 'karangan bunga' ke DPR
Jaksa Agung protes MKD minta rekaman asli kasus 'Papa Minta Saham'
Usut kasus 'Papa Minta Saham', KPK tunggu SPDP dari Kejaksaan Agung
Protes kasus Setya, Efek Rumah Kaca teriak Mosi Tidak Percaya di DPR
Jika diminta MKD, Kapolri siap cari Riza Chalid ke penjuru dunia