Siap Habis-habisan, Apa Jabatan Jokowi di PSI?
Raja Juli mengatakan pidato Jokowi jadi pemompa seluru kader PSI de-Indonesia. Menjadi energi baru juga.
Mantan Presiden RI Joko Widodo siap habis-habisan memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2029. Meski demikian, jabatan Jokowi di PSI masih tanda tanya.
Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan kehadiran Jokowi di Rakernas PSI memberikan energi dan semangat baru seluruh pengurus dan kader partai berlambang gajah ini. Raja Juli menyebut orasi politik Jokowi menebalkan keyakinan bisa meraih kursi di DPR RI.
"Bapak Jokowi menjadi energi baru, menjadi pemompa semangat seluruh PSI se-Indonesia. Dan menebalkan keyakinan bahwa PSI ini akan meraih kursi yang signifikan di DPR RI tahun 2029," ujarnya kepada wartawan usai penutupan Rakernas, Sabtu (31/1).
Meski telah mengobarkan semangat kader dan pengurus, Raja Juli menyebut Jokowi belum masuk dalam struktur kepengurusan PSI. Tetapi, dengan kehadirannya di Rakernas akan mengundang relawan Jokowi bergabung dengan PSI.
"Pernyataan-pernyataan Pak Jokowi tadi, meskipun secara formal beliau belum berada di PSI. Tapi bagi saya, itu cukup eksplisit mengundang para relawan Pak Jokowi di seluruh Indonesia. Mengundang Jokowi lovers, para pecinta Pak Jokowi, pemilih Pak Jokowi, untuk segera berbondong-bondong masuk ke PSI," kata dia.
Menteri Kehutanan ini menegaskan sampai saat ini Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPP PSI belum ada nama Jokowi.
"Iya, kan belum diumumkan," ucapnya.
Sebelumnya, dalam orasi politiknya Jokowi menyatakan siap dan masih sanggup mengkampanyekan PSI hingga tingkat kecamatan.
"Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten, dan kota. Saya masih sanggup, kalau perlu sampai ke kecamatan," ujarnya.
Jokowi menjelaskan Indonesia memiliki 38 provinsi, 514 kabupaten/kota dan 7 ribuan kecamatan. Ia pun kembali menegaskan sanggup jika diminta mengkampanyekan PSI.
"Kita ini kan punya 38 provinsi, 514 kabupaten kota, dan kira-kira 7.000 kecamatan. Saya masih sanggup," tegas Jokowi.
Jokowi mengingatkan kepada jajaran pengurus PSI untuk militan. Ia pun berjanji akan juga militan mengkampanyekan PSI.
"Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI. Saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja keras. Saudara-saudara bekerja habis-habisan, saya pun habis-habisan untuk PSI. Inilah, inilah yang harus kita kerjakan," kata dia.
Jokowi mengatakan Indonesia butuh partai yang baik. Partai yang menebar kebaikan.
"Negara ini perlu partai yang baik, perlu politik kebaikan. Politik untuk kebaikan," kata dia.
Jokowi menilai saat ini PSI sudah menjadi terbuka dan inklusif. Dengan kondisi tersebut, Jokowi mengatakan semakin banyak tokoh nasional, provinsi, dan kabupaten/kota akan bergabung.
"Semakin banyak yang bergabung artinya kita akan semakin berharga. Artinya, kita akan semakin beragam," kata dia.
Dengan semakin beragam, Jokowi mengingatkan akan semakin banyak perbedaan. Untuk itu, Jokowi meminta pengurus PSI untuk berhati-hati.
"Hati-hati, akan semakin banyak perbedaan-perbedaan. Perbedaan selera, perbedaan keinginan-keinginan, perbedaan kepentingan, dan perbedaan-perbedaan lainnya akan semakin banyak. Oleh sebab itu butuh toleransi, kita butuh satu visi, kita butuh menjaga kerukunan, kita butuh menjaga kesolidan, menjaga persatuan di antara kita," tegasnya.
Jokowi juga menyarankan agar PSI memperkuat dua jaringan yakni Online dan Offline. Jaringan online, kata Jokowi, yaitu memperkuat sosial media.
"Jaringan sosial media, perkuat jaringan dengan warganet, perkuat jaringan-jaringan dengan netizen, perkuat jaringan-jaringan online. Yang kedua, memperkuat jaringan luring atau offline dari kota sampai ke desa. Semuanya harus kita perkuat," pesannya.
Jokowi juga mengingatkan agar PSI memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan RT/RW. Hal tersebut sudah dirinya sampaikan secara langsung kepada Kaesang Pangarep, Ahmad Ali, dan Raja Juli Antoni untuk menyelesaikan kepengurusan hingga tingkat paling bawah hingga akhir tahun 2026.
"Bolak-balik saya sampaikan, perkuat, bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT/RW. Harus kita selesaikan akhir 2026. Itu harus selesai," tegasnya.
PSI Perlu Mesin Besar
Jokowi menyebut PSI memerlukan mesin besar, agar target tinggi bisa dicapai.
"Target PSI ini target besar, targetnya tinggi, jadi mesinnya harus mesin besar. Enggak bisa struktur hanya sampai DPD, enggak bisa. Sekali lagi, struktur harus sampai desa RT/RW," tegasnya.
Perkuat Struktural
Ia menambahkan Partai Politik akan besar memiliki struktur kepengurusan yang kuat. Dengan struktur kepengurusan yang kuat tersebut bisa menyentuh masyarakat.
"Strukturnya harus yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput. Menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal," ucapnya.