Setnov tersangka, Politisi senior desak DPP kaji pergantian Ketum Golkar
"Saya serahkan kepada adik adik saya yang memimpin apa yang terbaik. Kalau saya selesai dengan baik lah. kalau pergantian-pun, pergantian prosedur harus benar mekanisme harus benar dan baik, jadi dapat ikannya airnya juga tenang."
Politisi Senior Partai Golkar Ginandjar Kartasasmita meminta ini DPP Golkar harus mempertimbangkan pengkajian pergantian posisi Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. Mengingat Novanto adalah tersangka dari kasus korupsi e-KTP.
"Iya, saya kira DPP harus mempertimbangkan. DPP bersama sistemnya kan ada rapim dan seluruh sistemnya lah terlalu tua untuk saya ikut campur ini," ujar Ginandjardi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).
Menurutnya hingga kini belum ada pertemuan khusus diantara politisi senior Golkar. Sejauh ini pertemuan itu hanya dilakukan secara non formal saja.
"Kita belum merasa perlu, memang ada komunikasi di antara kami. Secara jujur kami lakukan ada tapi memang para senior kumpul pada suatu forum itu tidak ada," ungkapnya.
Kendati demikian, Ginandjarmenyerahkan sepenuhnya pada mekanisme partai dan juga para pengurus partai. Tetapi sebagai pribadi ia merasa prihatin dengan Golkar yang tengah menurun elektabilitasnya.
"Saya serahkan kepada adik adik saya yang memimpin apa yang terbaik. Kalau saya selesai dengan baik lah. kalau pergantian-pun, pergantian prosedur harus benar mekanisme harus benar dan baik, jadi dapat ikannya airnya juga tenang," ujarnya.
"Tentu semua merasa concern ya, prihatin bahwa kok menjadi menurun seperti itu. Tapi kan sebabnya apa kita nggak tahu juga. Kan mungkin berbagai sebabnya. Apakah karna pimpinannya atau hal-hal lain kita kan nggak tahu juga," tandasnya.
Untuk diketahui, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung, menganggap pergantian pimpinan partai berlambang pohon beringin usai kembali ditetapkannya Novanto sebagai tersangka itu sebaiknya dilakukan. Sebab itu jika tidak diganti akan berimbas persepsi publik pada elektabilitas partai jelang pemilu 2019. Tidak hanya Akbar Tandjung Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tokoh senior Golkar juga mendorong adanya pergantian ketua.
"Kita anggap terbaik untuk Golkar, termasuk perubahan dalam kepemimpinan. Karena pemimpin ini juga yang akan menentukan daripada keberhasilan partai, dan pemimpin itu pun juga akan bisa mempengaruhi bagaimana opini publik terhadap partai," kata Akbar Tandjung di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (14/11).
Baca juga:
Wasekjen sebut usulan JK dan senior Golkar soal Munaslub harus dibahas
Setya Novanto didesak mundur dari Ketua DPR, ini kata Jokowi
IDI tunggu permintaan KPK soal pemeriksaan kesehatan Setnov
Ruangan tempat Setya Novanto dirawat dijaga 2 satpam
KPK temui dokter yang menangani Setnov di RS Medika Permata Hijau