Sekjen PPP Nilai Tak Ada Urgensi TKN Jokowi Dibubarkan
"Nonton setelah semua selesai kita bicarakan. Kan enggak ada urgensinya untuk bubar," kata Arsul
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai belum ada urgensi untuk membubarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, dia yakin cepat atau lambat TKN juga akan segera dibubarkan.
"Nonton setelah semua selesai kita bicarakan. Kan enggak ada urgensinya untuk bubar," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).
Arsul mengatakan, masih ada beberapa hal yang perlu dibicarakan oleh pimpinan partai koalisi dengan Jokowi. Semisal, Jokowi juga perlu waktu untuk memberikan apresiasi pada jajaran tim pemenangan.
"Kan Pak Jokowi belum bertemu sampaikan ekspresi, ucapan terima kasih kepada semuanya. Kan baru pada tim hukum dan TKD-TKD (Tim Kampanye Daerah), tapi pada relawan belum, sedangkan di TKN banyak relawan," ungkapnya.
Diketahui, sampai saat ini Jokowi masih terus melakukan pertemuan dengan TKN dan TKD. Dalam pertemuan itu Jokowi mendengarkan aspirasi dari para tim. Jokowi bertemu jajaran Tim Kampanye Nasional dan Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Dalam pertemuan tertutup itu, Jokowi meminta agar TKN dan TKD tak dibubarkan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua TKN Jhonny G. Plate usai bertemu Jokowi, Selasa (2/7) malam. Menurut dia, Jokowi justru menginginkan agar TKN dan TKD turut mengawal jalannya pemerintahan lima tahun ke depan.
"Tidak ada pembicaraan soal (TKN-TKD) bubar. Yang ada diminta untuk membantu. Beda dengan yang kalah lah. Kalau kalah kan membubarkan timnya, kalau yang menang melanjutkan tugasnya," ujar Johny di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Baca juga:
Politikus NasDem Usul Kabinet Jokowi Harus Ada Representasi Anak Muda dan Perempuan
Kursi DPR Lebih Banyak dari PKB, NasDem Minta Jatah 11 Menteri ke Jokowi
Politikus PKS: Etikanya Kubu 02 jadi Penyeimbang, Bukan Berbalik Arah Ingin Berkuasa
Pilpres Usai, Jokowi Minta TKN dan TKD Tak Bubar
Pemerintah Butuh Oposisi, JK Nilai Parpol Pendukung Sudah Aman