LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sebut Intelijen Inteli Eks Presiden, Prabowo Dianggap Tuduh TNI-Polri Tak Netral

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menilai pidato kebangsaan yang disampaikan capres Prabowo Subianto seakan menuduh kerja TNI, Polri, dan intelejen negara tidak netral dalam penyelenggaran Pemilu.

2019-01-15 11:29:37
Prabowo-Sandiaga
Advertisement

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menilai pidato kebangsaan yang disampaikan capres Prabowo Subianto seakan menuduh kerja TNI, Polri, dan intelejen negara tidak netral dalam penyelenggaran Pemilu.

"Prabowo malam ini seperti menuduh TNI, Polri dan intelijen tidak netral. Ini tuduhan serius yang sesungguhnya berbahaya," kata Ace dalan keterangan pers, Selasa (15/1).

Ace mengungkit pernyataan timses Prabowo-Sandiaga yang tampak mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mulai dari masalah debat, sampai terakhir ancaman Prabowo mundur dari pencalonan Pilpres.

Advertisement

Serangan sama, kata Ace, terlihat dari pidato semalam. Yakni, dengan menyerang netralitas dan profesionalisme TNI, Polri, dan intelijen. Dia mempertanyakan maksud tersebut merupakan cara Prabowo mendelegitimasi Pemilu.

"Apakah ini semakin memperkuat indikasi bahwa Prabowo sedang ingin mendelegitimasi pemilu sebagai cara merespon kekalahan? Dengan mengangkat kecurangan dan ketidaknetralan KPU dan aparat keamanan," ujar Ace.

"Hal ini jelas manuver yang berbahaya bagi jalannya proses demokrasi di negara kita," tutupnya.

Advertisement

Prabowo menyinggung kerja intelijen dalam pidatonya di JCC Senayan, Senin (14/1). Dia menuding intelijen bekerja untuk mengintai orang-orang di sekelilingnya, mulai dari Ketua MPR Zulkifli Hasan, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Rachmawati Soekarnoputri.

"Intelijen itu nginteli musuh negara, jangan inteli mantan presiden Republik Indonesia, jangan intel mantan ketua MPR, jangan inteli anak proklamator, jangan inteli mantan panglima TNI, jangan inteli ulama besar kita," tuturnya.

Baca juga:
Timses Jokowi Nilai Pidato Prabowo Tiru Trump, Angkat Contoh Dramatis Tanpa Data
Tim Jokowi Komentari Pidato Prabowo: Makin Mirip Donald Trump, Ingin Jadi Penyelamat
Rapper Kill The DJ Geram Lagu Jogja Istimewa Dipakai Kampanye Prabowo-Sandi
PDIP soal Pidato Kebangsaan: Sesuai Watak Prabowo, Menyerang & Nihilkan Prestasi RI
Kasus Penculikan Aktivis '98 dan Penyiraman Novel Layak Diangkat Dalam Debat Pertama

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.