LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

SBY minta maaf pada Jokowi soal cuitan Andi Arief di media sosial

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo akibat cuitan Wasekjen Andi Arief. Permintaan maaf itu disampaikan SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono.

2018-09-28 19:49:43
Susilo Bambang Yudhoyono
Advertisement

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo akibat cuitan Wasekjen Andi Arief. Permintaan maaf itu disampaikan SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono.

"Saya minta maaf kpd Presiden Jokowi & Jaksa Agung atas "tweet" Bung Andi Arief (AA), kader Demokrat, yg terlalu keras. Pernyataan spontan AA tsb mungkin berlebihan & membuat tak nyaman Pak Jokowi & Pak Prasetyo," tulis SBY seperti dikutip merdeka.com, Jumat (28/9).

SBY menjelaskan bahwa cuitan Andi Arief mewakili perasaan jutaan kader Demokrat yang tidak terima partai dan pemimpinnya dilecehkan oleh Partai Nasdem. Sebab, hengkangnya Ketua DPD PD Sulawesi Utara Vicky Lumentut menjadi kader Nasdem secara demonstratif sangat melukai Demokrat.

Advertisement

Namun SBY menyadari persoalan ini tidak berkaitan dengan Jokowi ataupun Jaksa Agung. SBY yakin Jokowi menginginkan Pemilihan Umum yang damai.

"Meskipun saya yakin Pak Jokowi tidak tahu-menahu, beliau pasti bisa rasakan perasaan kader Demokrat. Semoga dapat dipetik hikmahnya," ucapnya.

Permohonan maaf SBY menyikapi cuitan Andi Arief yang dinilai menyerang Jokowi dan Jaksa Agung. Cuitannya berkaitan dengan hengkangnya Ketua DPD PD Sulawesi Utara Vicky Lumentut menjadi kader Nasdem.

Advertisement

Wali Kota Manado ini tiba-tiba memakai jaket NasDem. Rupanya, diam-diam ketua DPD Demokrat Manado itu memutuskan pindah ke Partai NasDem. Dua hari lalu, sebelum terjadinya peristiwa ini, Demokrat telah mendengar adanya permasalahan hukum yang terkait dengan Vicky. Demokrat mendapatkan informasi bahwa Vicky mendapatkan panggilan pertama dari Kejaksaan Agung RI pada 24 Agustus lalu.

Kemudian, Vicky kembali mendapatkan panggilan kedua dari Kejaksaan Agung tanggal 24 September dan diagendakan akan diperiksa kembali pada 2Oktober sebagai saksi. Vicky terlibat dalam tindak pidana korupsi bantuan penanganan banjir di Manado tahun 2014.

"Jokowi ini tahu apa pura2 gak tahu atau malah terlibat dalam urusan abuse of power jaksa agung yang menjadi ketua DPD Nasdem propinsi kejaksaan?," kata Andi Arief melalui akun twitternya @AndiArief_.

Dalam ciutannya, Andi Arief juga menyinggung soal ganti Presiden. Dia menuding Kejaksaan mempolitisasi kasus hukum.

"Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik Nasdem, saya menyerukan #2018gantipresiden. Kejaksaan jadi alat politik Nasdem, lebih baik #2018gantipresiden dan pemilu dipercepat," ucapnya.

Baca juga:
Demokrat sebut SBY sering dicurhati rakyat soal tingginya harga bahan pokok
Visi misi Prabowo diklaim kolaborasi pemikiran Soekarno, Soeharto & SBY
Tingkah lucu SBY, Jokowi dan JK saat bersama sang cucu
Kasihan pada SBY, DPR desak KPK tuntaskan kasus Bank Century
Deddy Mizwar sebut SBY sudah ambil keputusan soal nasibnya di partai
PPP duga SBY walk out bukan karena atribut partai, tapi protokoler tak layak

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.