SBY mengaku tak cuma teriak nasionalisme, tapi sudah perang demi NKRI
SBY mengaku tak cuma bisa teriak, tapi sudah perang demi NKRI. "Di sini hadir Pak Sakiyo, dulu pernah tugas bersama di Timtim (Timor Timur). Saya pernah lima tahun emban tugas bertempur di Timtim. Waktu kami tugas di sana Batalyon 744, naik-turun gunung. Alhamdulillah selamat," ujar SBY.
Presiden RI ke 6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengomentari banyaknya orang yang berteriak-teriak NKRI dan Pancasila harga mati dengan berbagai slogan nasionalisme lainnya. Bagi SBY nasionalismenya terhadap NKRI telah ditunjukkan dengan ikut perang dan tak cuma berteriak-teriak saja.
SBY berdialog dengan petani usai panen raya di Dusun Bantarjo, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (9/4). Dia pun kemudian menceritakan pengalamannya ikut bertempur di Timor-Timur (Timtim)
SBY sempat memperkenalkan sosok Sakiyo yang pernah menemani berperang di Timtim. Kebetulan Sakiyo turut hadir di acara tersebut.
"Di sini hadir Pak Sakiyo, dulu pernah tugas bersama di Timtim (Timor Timur). Saya pernah lima tahun emban tugas bertempur di Timtim. Waktu kami tugas di sana Batalyon 744, naik-turun gunung. Alhamdulillah selamat," ujar SBY.
SBY pun berkomentar saat ini banyak orang-orang yang berteriak-teriak slogan nasionalisme. Selain itu banyak juga orang-orang yang beretorika tentang NKRI dan Pancasila harga mati.
SBY menambahkan pengalamannya berperang membela NKRI bukanlah sebatas retorika belaka. SBY mengaku dirinya ikhlas berperang demi NKRI.
"Kami pernah berjuang demi merah putih, tak hanya retorika, saya pernah bertempur, ikhlas, demi merah putih. Sekarang hubungan Indonesia dengan Timtim baik, sae. Dulunya perang," tutup SBY.
Baca juga:
Gibran beri 'lampu hijau' AHY jadi cawapres Jokowi
Bawaslu DIY kritisi spanduk dan baliho Demokrat di acara panen padi SBY
AHY santap Markobar bersama Gibran di Solo
Panen raya di Sleman, SBY sebut petani pekerjaan mulia
Turun ke sawah, SBY dicurhati buruknya kualitas raskin