Satgas Yonif 511/DY Perkuat Komitmen ASN Lanny Jaya Cinta NKRI dalam Peringatan Hari Integrasi Papua
Satgas Yonif 511/DY memastikan aparatur sipil negara (ASN) di Lanny Jaya tetap mencintai NKRI melalui apel gabungan, sekaligus memperingati Hari Integrasi Papua ke-63. Apa makna peringatan ini bagi Papua Pegunungan?
Wamena, 2 Mei 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Yonif 511/DY mengambil langkah konkret untuk memperkuat rasa nasionalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Prajurit TNI bersama para ASN setempat menggelar apel gabungan yang khidmat, menegaskan kembali komitmen ASN Lanny Jaya Cinta NKRI. Acara ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Integrasi Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-63.
Apel gabungan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Distrik Malagai, Kampung Numbukawi, Distrik Malagai, Papua Pegunungan. Kehadiran TNI dan ASN secara bersama-sama dalam upacara ini menjadi simbol kuat sinergi antara aparat keamanan dan pelayan publik. Peringatan ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah penegasan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di wilayah paling timur Indonesia.
Danpos Malagai Satgas Pamtas Yonif 511/DY Kapten Inf Sena Nurjabbar menyatakan bahwa apel ini berjalan lancar dan penuh makna. Para ASN terlihat sangat antusias dan menunjukkan kecintaan mereka terhadap NKRI. Peringatan Hari Integrasi Papua menjadi momentum penting untuk merefleksikan sejarah dan menatap masa depan Papua yang lebih sejahtera dalam bingkai persatuan.
Sinergi TNI-ASN dalam Menjaga Kedaulatan
Peringatan Hari Integrasi Papua ke-63 tahun ini mengusung tema “Bersama Membangun Papua, Menjaga Kedaulatan dalam Bingkai Kedamaian”. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Apel gabungan yang dipimpin oleh Satgas Yonif 511/DY ini menjadi bukti nyata sinergi tersebut, menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan dan memajukan Papua.
Menurut Kapten Inf Sena Nurjabbar, apel ini bukan hanya pengingat peristiwa sejarah pada 1 Mei 1963, tetapi juga simbol sinergi kuat antara kekuatan pertahanan dan pelayan publik. Tujuan utamanya adalah memajukan Bumi Cenderawasih. Integrasi, jelasnya, bukan sekadar catatan sejarah di atas kertas, melainkan sebuah janji setia untuk tumbuh bersama sebagai satu bangsa.
Kehadiran negara di Papua melalui Satgas Yonif 511/DY dan para ASN diharapkan membawa kesejahteraan serta rasa aman bagi seluruh masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari pendekatan humanis TNI untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Papua, sebagaimana terlihat dalam berbagai kegiatan sosial yang sering dilakukan Satgas di wilayah tersebut.
Harapan Kesejahteraan Melalui Integrasi
Kepala Distrik Malagai, Arinus Weya, turut hadir dalam apel bersama ini, menegaskan bahwa kemerdekaan dan integrasi harus dirasakan manfaatnya secara konkret oleh masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah tersebut. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Papua yang lebih cerah.
Arinus Weya berharap, melalui integrasi ini, masyarakat dapat menikmati pendidikan dan kesehatan yang terjamin bagi anak-anak serta orang tua. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kemudahan akses ekonomi bagi para petani dan pedagang lokal. Peningkatan akses ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Lanny Jaya.
Pemerintah daerah dan masyarakat Lanny Jaya melihat integrasi sebagai fondasi untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Satgas Yonif 511/DY, diharapkan Papua Pegunungan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan NKRI.
Sumber: AntaraNews