LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sandiaga soal pencemaran nama baik: Saya tidak ada di lokasi

Dalam keterangannya, Sandi juga memastikan kalau dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut karena tidak sedang berada di tempat.

2017-03-17 14:01:06
Anies-Sandiaga
Advertisement

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memenuhi panggilan Polsek Tanah Abang untuk memberikan keterangan terkait kasus pencemaran nama baik antar anggota komunitas lari yang pernah dipimpinnya, Jumat (17/3).

Dalam keterangannya, Sandi juga memastikan kalau dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut karena tidak sedang berada di tempat.

Sandiaga tiba di Mapolsek Tanah Abang sekitar pukul 9.15. Saat itu, dia dan sejumlah rombongan datang ke Mapolsek dengan berlari. Mengenakan kaos biru bertulis Jakarta Berlari, Sandi langsung masuk dan memberikan keterangan.

Mantan Ketua Umum HIPMI itu menyebut, kedatangannya tersebut hanya sebagai saksi atas kasus pencemaran nama baik. Kasus itu dilaporkan oleh Dini Indrawati Septiani ditujukan kepada Eli sebagai terlapor.

"Keduanya anggota komunitas lari. Mungkin terjadi kesalahpahaman," ujarnya seusai memberikan keterangan.

Pria 47 tahun itu mengaku juga tidak terlalu paham kasus yang terjadi. Sebab dirinya tidak sedang berada di lokasi kejadian. "Saya sudah berikan keterangan itu (ke penyidik). Saya tidak ada di lokasi," ucapnya.

Pada pemeriksaan tersebut, Sandiaga diberi 9 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu diajukan terkait dengan keterlibatannya dengan komunitas lari dan keterangannya saat kejadian. Dia sendiri memastikan tidak paham dengan kejadian itu.

Ditambahkan Kanitreskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim, kasus di Polda itu sudah dihentikan dengan keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Alasannya karena kurangnya alat bukti. Karena permasalahan di Polsek Tanah Abang masih belum selesai, maka kasus dibuka lagi lantaran sempat ramai di media sosial.

Mustaqim mengatakan, pemeriksaan tersebut untuk menambah keterangan tentang kejadian tersebut. Terutama apa yang terjadi di komunitas lari itu. "Di komunitas itu kan banyak orang. Salah satunya Pak Sandi. Makanya kami minta keterangan," kata Sandi.

Diakuinya, kejadian itu dilaporkan pada 2013. Namun baru ini kembali dilanjutkan. Terutama sejak ramai di media sosial. "Supaya clear saja. Meski Pak Sandi tidak ada di lokasi," tambah perwira dengan satu melati di pundak itu.

Kejadian itu bermula saat terlapor yang berinisial E dianggap oleh Dini (pelapor) telah menghina dengan ucapan kasar.

"Dia (pelapor) menirukan salah satu omongan daripada salah satu saksi juga, mengatakan bahwa jangan pada gila lo, kan gitu. Artinya yang komunitas lari, sama sama lari. Jangan gila lo sama dia. Ditirukan lagi, jangan gila lo sama ini. Maksudnya jangan gila lo sama suami orang, gitu," ucap Mustakim.

Saat kejadian perseteruan antarwanita itu melibatkan lima sampai enam orang. Sementara Sandiaga sendiri tidak berada di tempat. Kasus itu kembali naik ke permukaan setelah muncul dan menjadi viral di sosial media.

"Kalau itu masalahnya kan gini, namanya kita kan. Situasi begini ada timbul di media sosial, supaya clear. Ya kita clear kan," terangnya.

Advertisement

Baca juga:
Kasus Sandi di Polsek Tanah Abang karena umpatan 'Jangan gila lo'
Kasus lama Anies-Sandi diungkap, Polri diminta DPR tetap netral
Dalih Polisi dituding Fadli Zon ungkap kasus Sandiaga terkait pilgub
Sambangi Polsek Tanah Abang, Sandiaga puji gerak cepat kepolisian

(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.