Romy Sebut Mardiono Gagal, Usul Dudung dan Amran Jadi Ketum PPP
PPP harus terbuka untuk mencari sosok caketum di luar dari struktur PPP.
Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP M Romahurmuziy menilai, kepemimpinan partai berlambang ka'bah di bawah Muhamad Mardiono gagal. Romy menyebut Mardiono tak layak jika maju kembali menjadi calon ketua umum PPP.
"Bahwa kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan. Jadi, untuk dimajukan lagi sebagai caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini," kata Romy saat dihubungi merdeka.com, Rabu (14/5).
Menurutnya, PPP harus terbuka untuk mencari sosok caketum di luar dari struktur PPP. Dia pun menyebutkan ada sosok mantan Menparekraf Sandiaga Uno hingga mantan KASAD Dudung Abdurachman.
"PPP harus fleksibel. Di samping internal, PPP harus membuka diri untuk sourcing Caketum dari luar partai. Tidak perlu kaku memegangi AD/ART yang mensyaratkan Caketum harus pernah duduk 1 periode kepengurusan sebagai Pengurus Harian DPP atau Ketua Majelis. Karena AD/ART itu bukan kitab suci," ujar dia.
"Saya mendorong sebanyak-banyaknya calon. Saya terus mengikuti suara-suara dari pusat dan daerah. Hingga saat ini sudah 8 nama yang muncul, 3 internal, 5 eksternal. Internal Sandi Uno, Sekjen Arwani & Gus Yasin. Dari eksternal Gus Ipul, Dudung Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto," sambungnya.
Romy Tidak Maju Caketum PPP
Perihal namanya masuk dalam bursa caketum, Romy mengaku memilih untuk mendorong sosok lain agar membawa energi baru.
"Saya sendiri lebih memilih untuk mendorong wajah baru untuk memimpin partai. Karena PPP butuh energi baru. Energi besar. Bukan untuk berjalan. Tapi untuk melompat. Mengatasi semua rintangan untuk kembali ke Senayan 2029," imbuh Romy.