Risma soal pilkada ditunda: Tak ada calon lain aku tak rugi
Risma tak mau disibukkan urusan Pilkada, dia memilih fokus kerja sampai masa jabatannya habis.
Calon incumbent pemilihan wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, tak mau menanggapi polemik calon tunggal di Pilkada 2015. Sekalipun, dirinya menjadi bagian dalam pemilihan wali kota Surabaya nanti.
"Aku ndak rugi, dikira enteng apa jadi wali kota Surabaya," kata Risma tersenyum saat ditemui di Gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta Selatan, Selasa (4/7).
Risma tak mau ambil pusing soal keputusan KPU yang menunda Pilkada Surabaya karena tak ada pasangan lain yang mencalonkan selain dirinya yang berdampingan dengan Wisnu Sakti Buana. Saat ini, kata dia, ingin fokus pada kerja hingga masa jabatannya berakhir pada September nanti.
"Ya ndak papa, bukan domain aku. Gusti Allah maunya seperti itu mau gimana?" ucap Risma.
Saat ditanya, mungkinkah kondisi tersebut karena siasat parpol agar pilkada ditunda, wanita berjilbab ini kembali enggan mengomentari berlebihan.
"Aku gak ngerti, gak tahu. Aku tidak terlibat, domainnya nanti keliru," tukas dia.
Bila pilkada tak jadi digelar tahun ini karena calon tunggal dan masa jabatan Risma selesai pada September, maka posisinya akan diisi sementara oleh pelaksana tugas (Plt) yang ditetapkan oleh Kemendagri. Lalu apa rencana Risma setelah pensiun?
"Aku kerja nanti di tempat lain. Masyarakat Surabaya bisa menentukan nasibnya," pungkas dia.
Seperti diketahui, kota Surabaya menjadi salah satu dari tujuh daerah yang memiliki calon tunggal. Sesuai dengan PKPU Nomor 12 Tahun 2015, daerah yang hanya memiliki calon tunggal maka pilkada ditunda hingga 2017.
Baca juga:
Cuma calon tunggal, Pilwalkot Surabaya ditunda
Calon Wawali Surabaya yang hilang ternyata mundur karena diminta ibu
Calon wakil wali kota hilang, KPU kasih kelonggaran khusus Surabaya
Usung Abror di Pilkada Surabaya, Demokrat yakin kalahkan Risma
Siap lawan Risma, Abror-Haries ke KPU diantar wartawan senior
Daftar di injury time, pasangan independent ditolak KPU Surabaya
Daftar Pilwakot Surabaya, tiba-tiba calon wakil wali kota menghilang