LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ribuan mahasiswa pendatang di Jateng terancam tak bisa nyoblos

Di wilayah Jateng masih kurang formulir A5 untuk warga pendatang.

2014-04-07 21:15:00
Pemilu 2014
Advertisement

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mengeluh karena ribuan mahasiswa di 17 kampus terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 mendatang. Sebab, ketersediaan surat suara bagi para mahasiswa hanya sebanyak 2 persen dari total surat suara untuk masyarakat pendatang.

"Soal A5 yang kami masih antisipasi sampai saat ini, teman-teman mahasiswa masing-masing kota masih bingung penggunaan A5. Sementara tidak ada TPS khusus bagi mereka. Ketersediaan surat suara apakah ada? Cukup dengan lapor KPU setempat dan menarik A5 dari sana," kata Ketua Bawaslu Jateng Abhan Misbach kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan sidak di Kantor Bawaslu Jateng, Senin (7/4).

Padahal Bawaslu sudah menyampaikan persoalan ini ke KPU. Namun sejauh ini tidak pernah ditanggapi.

"Soal formulir A5 kami sudah memberikan masukan kepada beberapa KPU dan mereka menyatakan sudah terjamin. Namun, ternyata sampai kini TPS-TPS di sekitar kampus yang meng-cover kebutuhan surat suara untuk mahasiswa hanya 2 persen. Sebanyak 2 persen ini diambil dari 10 persen dari total surat suara masing-masing di TPS untuk para warga pendatang," jelasnya.

Abhan mencontohkan salah satu TPS di sekitar Undip Tembalang, Kota Semarang. "TPS di daerah Undip Tembalang misalnya jumlah mahasiswa pendatang sampai 1.000. Kalau kurang? Harusnya KPU menyediakan dan kumpulkan surat suara yang tersedia sampai 1000. Kalau tidak bisa, negara tidak boleh begitu. Negara harus sediakan itu," jelasnya.

Menanggapi persoalan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah mengimbau kepada beberapa mahasiswa untuk pulang ke rumah mereka masing-masing jika jaraknya dekat.

"Saya juga sampaikan ke mereka-mereka (para mahasiswa) mbok pulang saja, sekalian sungkem ke orangtua mereka. Kalau jarak pulang tidak begitu jauh, kan bisa langsung pulang," katanya.

Baca juga:
Ormas IB pusat dukung Prabowo, pengurus di Jatim pilih SBY
Sastrow Ngatawi: Gus Dur dibuang PKB, tapi foto dipakai kampanye
Aksi lima 'pocong' sosialisasikan pemilu di Medan
Polisi amankan Rp 510 juta & atribut PAN, diduga politik uang
Husni Kamil akan tindak tegas anggota KPUD jadi calo suara

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.