Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi amankan Rp 510 juta & atribut PAN, diduga politik uang

Polisi amankan Rp 510 juta & atribut PAN, diduga politik uang Bisnis pengerahan massa kampanye. ©2014 merdeka.com

Merdeka.com - Petugas Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan uang tunai sebanyak Rp 510 juta saat operasi cipta kondisi, Minggu (6/4).

Panitia pengawas pemilu (panwaslu) menduga uang tersebut akan digunakan sebagai politik uang karena di dalam mobil ditemukan atribut calon anggota legislatif (caleg).

Seperti diberitakan Antara, Senin (7/4), informasi yang dihimpun menjelaskan uang tersebut diamankan saat kepolisian melakukan operasi cipta kondisi di kawasan hutan Bunder, Playen.

Petugas melakukan penggeledahan dan menemukan uang tunai yang diletakkan dalam kantong besar dalam mobil Avanza yang ditumpangi tiga orang.

Selain uang di dalam mobil, ditemukan atribut Partai Amanat Nasional (PAN) berupa kaos, form pengaderan relawan, form pelatihan relawan, contoh surat suara dan dokumen caleg di wilayah DIY yakni Hanafi Rais dan Arif Setiadi serta beberapa caleg lain.

Uang tersebut terdiri dari pecahan Rp 5.000 senilai Rp 200 juta dan pecahan Rp 10.000 senilai Rp 300 juta.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Faried Zulkarnaen di Gunung Kidul, Senin, mengatakan petugas mengamankan uang tersebut di Mapolres Gunung Kidul.

"Kami masih melakukan penyelidikan uang tersebut, apakah palsu dan uang itu akan diberikan kepada siapa," kata dia.

Faried mengatakan, kecurigaan ini muncul sebab uang tersebut ditemukan tunai dalam jumlah besar namun tidak meminta pengawalan dari petugas kepolisian.

"Untuk memastikan uang itu hasil kejahatan atau tidak kami akan berkoordinasi dengan Polda Jateng dan Jatim. Apabila nanti tidak terbukti akan dikembalikan," kata dia.

Disinggung apakah uang tersebut akan digunakan untuk politik uang karena uang dalam bentuk pecahan, Faried mengaku belum melihat ada indikasi tersebut.

"Apabila ada kaitannya dengan politik uang, nanti kami akan berkoordinasi dengan panwaslu," kata Faried.

Ketua panwaslu Gunung Kidul Buchori Ichsan mengakui ada indikasi politik uang.

"Uang itu mengarah ke sana (politik uang). Ada atribut Partai PAN, form, contoh surat suara dan dokumen caleg. Yang jelas ada nama Hanafi Rais dan Arif Setiadi," kata Buchori.

Dia mengaku kesulitan membuktikan karena uang belum dibagikan, selain itu untuk mengklarifikasi pembawa uang tersebut kesulitan karena beralamat di luar daerah.

"Uang yang diperlihatkan kepada saya hanya yang Rp 10 juta. Yang Rp 500 juta saya tidak tahu. Kami memang terkendala alamat yang membawa uang," ujarnya.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP