LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Rekaman Bambang Pacul Ancam Mundur, Arief Wibowo Ingatkan Pesan Megawati

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Arief Wibowo menanggapi kabar beredar rekaman suara diduga Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto mengancam mundur bila Ganjar Pranowo diusung sebagai calon presiden.

2021-06-04 13:58:41
PDIP
Advertisement

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Arief Wibowo menanggapi kabar beredar rekaman suara diduga Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto mengancam mundur bila Ganjar Pranowo diusung sebagai calon presiden.

Arief mengaku tidak tahu menahu terkait rekaman tersebut. Ia hanya bilang, tidak ada ribut-ribut di internal PDIP.

"Di DPP enggak ada apa-apa kok, enggak ada apa-apa," ujar Arief saat dihubungi merdeka.com, Jumat (4/6).

Advertisement

Dalam rekaman itu, suara diduga Bambang Pacul mengancam bakal mundur jika PDIP mengusung Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

Bambang ingin Puan Maharani yang maju di Pemilu 2024. Dia bahkan mengibaratkan seperti teh botol sosro. Siapapun capresnya, wakilnya harus Puan Maharani.

Hingga berita ini diturunkan, Bambang menolak berkomentar soal rekaman tersebut. Pesan singkat lewat WhatsApp yang dikirim merdeka.com hanya ceklis berwarna biru.

Advertisement

Sementara, Arief Wibowo menolak bicara lebih jauh soal itu. Dia pilih mengutip kembali perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian kantor partai pekan lalu. Mega meminta para kader PDIP untuk bekerja sesuai dengan tugas masing-masing.

"Bu Mega perintahnya kita kerja sesuai tugas pokok dan kewajiban masing-masing mengurus pemerintahan dan rakyat dengan baik," ujarnya.

Arief justru bingung dikabarkan tengah ada kisruh di internal PDIP. Ia bilang pesan Megawati supaya kadernya tetap bekerja itu jelas. Agar tidak perlu ribut urusan pencapresan. "Iya jangan mau dipecah belah," ucapnya.

Soal pencapresan, kata Arief, kewenangan ada di tangan Megawati. Jika ada yang ribut pencapresan hari ini, maka hal itu sudah di luar aturan partai.

"Itu kewenagan bu Mega, itu konstitusi partai itu kewenangan ketua umum. Jadi kalau ada orang meributkan presiden-presiden capres-capres itu susah kita, di luar aturan itu," katanya.

Diketahui, malam setelah acara PDIP Jateng, Bambang Pacul berbincang dengan sejumlah wartawan. Dalam sesi perbincangan, Bambang menegaskan, Puan Maharani wajib maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di 2024.

merdeka.com mendapat rekaman pernyataan Bambang Pacul dalam pertemuan tersebut. Dalam rekaman suara berdurasi 3 menit 46 detik itu, Bambang Pacul bersuara lantang mengenai pencalonan Puan dan penolakannya terhadap Ganjar.

"Jadi siapapun calon presidennya, wakilnya PM (Puan Maharani)," kata Bambang dikutip dari rekaman suara yang diterima merdeka.com.

Bahkan, Pacul mengancam bakal menemui Megawati jika mandat PDIP jatuh kepada Ganjar Pranowo. Loyalis Puan Maharani itu juga mengancam bakal mundur jika Ganjar diusung maju Pemilu 2024.

"Kalau rekom ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri.”

Baca juga:
Soal Demokrat Ogah Koalisi dengan Partai Kasus Bansos, PDIP Nilai Retorika Politis
Risma Hormati Keputusan PDIP Cabut Dukungan untuk Bupati Alor
Sesalkan PDIP Cabut Dukungan, Bupati Alor Klaim Kemarahannya Tak Terkait Parpol
Manuver Bambang Pacul dan Kemarahan Megawati
Dasco Sebut Gerindra Cocok Koalisi dengan PDIP
Ketua DPRD Boyolali Paryanto Meninggal Dunia
Politikus PKS Anggap Masih Ada Celah Berkoalisi dengan PDIP

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.