Rapat dengan Facebook, anggota DPR bilang 'pendiri Anda saja mengaku salah'
Anggota Komisi I DPR banyak yang menganggap pihak Facebook Indonesia tidak bisa melindungi data penggunanya. Sebab, Pihak Facebook dinilai tidak mampu menjabarkan upaya untuk menjaga perlindungan data pribadi para penggunanya.
Anggota Komisi I DPR banyak yang menganggap pihak Facebook Indonesia tidak bisa melindungi data penggunanya. Sebab, Pihak Facebook dinilai tidak mampu menjabarkan upaya untuk menjaga perlindungan data pribadi para penggunanya.
Dalam hal jebolnya data pengguna, justru Facebook cenderung menyalahkan pihak ketiga yakni Alexander Kogan melalui aplikasi 'Thisisyourdigitallife' kepada Cambridge Analytica.
"Belum apa-apa sudah defensif menyatakan tidak bersalah dan soal Dr Kogan serta Cambridge Analytica yang bersalah, pendiri anda saja mengaku salah kok," kata anggota Komisi I Evita Nursanty saat rapat kerja dengan pihak Facebook di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/4).
Evita menyinggung permintaan maaf CEO Facebook Mark Zuckerberg saat menghadiri Kongres dan Senat AS pada 9 April lalu. Mark akui tak bisa menjaga data pengguna Facebook.
"Saya tidak bisa yakin Facebook mampu mengamankan data pribadi kita," lanjutnya.
Hadir dalam rapat ini, Kepala kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia Ruben Hattari ditemani oleh Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Asia Pasifik Simon Milner.
Evita khawatir kejadian bocornya data pengguna Facebook di Indoneisa kembali terulang. Sebab, ia menduga kemungkinan hal itu terjadi karena penyalahgunaan data berkaitan Pemilu di Amerika dan bisa terjadi di Indonesia.
"Pemilu kan enggak di Amerika. Apa anda bisa meyakinkan saya, ini tidak terjadi di Indonesia. Ini harus diyakinkann kalau bisa diyakinkan tak perlu audit investigasi. tapi kalau nggak yakinkan kami, ya rekomendasi sarankan untuk audit investigasi," ungkapnya.
Hal sama diungkapkan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid. Menurutnya, penjelasan pihak Facebook hari ini menunjukan tidak ada perlindungan maksimal mengenai data pribadi para pengguna. Karena pihak Facebook justru menyalahkan pihak ketiga pengembang aplikasi yang menyalahgunakan data pengguna Facebook. Padahal pihak Facebook sendiri tidak menuangkan aturan detail dalam perjanjian dengan pihak ketiga.
"Artinya Facebook enggak berusaha menjaga data-data pelanggannya dengan memberikan aturan pada pihak ketiga, pihak ketiga dipersilakan. Kalau tidak ada MoU antara Facebook dengan pihak ketiga maka pihak ketiga diberikan pemindahtanganan data," kata Meutya.
Baca juga:
DPR minta Facebook segera selesaikan audit aplikasi
Fraksi PKS minta Facebook bawa surat kontrak dengan Dr Kogan
Heboh, TKW ini mengancam jalan telanjang jika Facebook ditutup
Facebook dicecar MoU kerja sama dengan pihak ketiga
Hidayat Nur Wahid khawatir kebocoran data Facebook pengaruhi hasil Pilpres
Anggota Komisi I DPR: Facebook tidak perlu ditutup
Di depan Parlemen, Facebook sebut kebocoran bukan dari sistemnya