LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PSI Tolak Ide Presiden Dipilih MPR

Jika pemilihan presiden dikembalikan ke MPR, kata Tsamara, bersiaplah untuk menyaksikan lagi oligarki politik dalam wujud yang paling vulgar.

2019-08-15 16:16:36
GBHN
Advertisement

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung sikap Presiden Jokowi yang menolak ide pemilihan presiden dilakukan kembali oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

"Kalau ide itu diwujudkan, Indonesia akan melangkah mundur jauh ke belakang. Karena itu, kami sependapat dengan Pak Jokowi untuk menolak ide tersebut," kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8).

Jika pemilihan presiden dikembalikan ke MPR, kata Tsamara, bersiaplah untuk menyaksikan lagi oligarki politik dalam wujud yang paling vulgar.

Advertisement

"Transparansi mustahil ada. Hanya ada elite-elite politik yang berunding diam-diam untuk memilih seseorang menjadi presiden. Bisa dipastikan money politics akan terjadi," jelasnya.

Wacana pemilihan presiden oleh MPR muncul dari sejumlah tokoh nasional dalam beberapa hari terakhir. Salah satu alasan mereka, pilpres secara langsung potensial memunculkan konflik horizontal di masyarakat.

Kalau soal konflik horizontal, kata Tsamara, kuncinya ada di penegakan hukum. "Konflik terjadi kalau penegakan hukum tak dilaksanakan. Kita sudah punya aturan hukum yang cukup memadai untuk mencegah potensi tersebut. Tinggal dimaksimalkan penegakannya," ujarnya.

Advertisement

Pemilihan presiden langsung memang masih mengandung masalah. Tapi, kata Tsamara, bukan kemudian menjadi alasan untuk kembali ke masa lalu.

"Kita terus perbaiki kekurangan yang ada. Tapi, hak rakyat untuk memilih langsung pemimpin tertinggi mereka jangan ditiadakan," ungkapnya.

Jika pemilihan dilakukan MPR, Indonesia tidak akan punya sosok presiden seperti Pak Jokowi, orang biasa namun dengan pencapaian luar biasa di karier sebelumnya.

"Yang akan muncul sebagai presiden adalah orang-orang berduit yang pintar memikat para elite partai politik. Mendapatkan figur terbaik untuk memimpin bangsa hanya akan berhenti sebagai mimpi," pungkas Tsamara.

Baca juga:
Golkar Nilai Hidupkan GBHN Bisa Ganggu Kerja Presiden Pilihan Rakyat
Fadli Zon Tak Masalah Presiden Kembali Dipilih MPR
Romansa Politik Orba dari Wacana GBHN
Mahfud MD: Amandemen UUD '45 Hanya GBHN dan MPR Lembaga Tertinggi
Jokowi: Saya Dipilih Rakyat, Kenapa Nanti Presiden Dipilih MPR?
Politikus Gerindra Nilai Wacana Presiden Dipilih MPR Opsi Atasi Persoalan Pemilu
Penghidupan Kembali GBHN Dinilai Sudah Tak Relevan

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.