LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PSI: Prabowo Konsisten Menebarkan Pesimisme

Politisi yang akrab disapa Uki ini mengaku memiliki catatan atas berita bohong yang disebarkan oleh Prabowo. Diantaranya rakyat makin miskin, 99 persen rakyat Indonesia hidup sangat pas-pasan dan tingkat ekonomi Indonesia setingkat Rwanda dan Haiti.

2018-12-28 15:28:03
Capres Prabowo
Advertisement

Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi mengaku tak heran bila calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dianggap konsisten menebar pesimisme bohong. Anggota TKN Jokowi-Ma'ruf Amin ini menilai, miskinnya gagasan pembangunan memaksa Prabowo untuk menebar pesimisme walau tidak sesuai data.

"Kami menilai ini dilakukan karena Pak Prabowo tidak memiliki cara lain untuk mendongkrak elektabilitasnya, sehingga terpaksa berupaya menurunkan elektabilitas pak Jokowi, terutama dengan cara menekan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja beliau, termasuk dengan berbohong" katanya, Jumat (28/12).

Politisi yang akrab disapa Uki ini mengaku memiliki catatan atas berita bohong yang disebarkan oleh Prabowo. Diantaranya rakyat makin miskin, 99 persen rakyat Indonesia hidup sangat pas-pasan dan tingkat ekonomi Indonesia setingkat Rwanda dan Haiti.

Advertisement

"Pertama, adalah soal rakyat makin miskin. Sejak awal pak Prabowo tidak pernah membuka data soal kemiskinan, karena data BPS maupun Bank Dunia menunjukkan angka kemiskinan terus ditekan dan mencapai titik terendahnya sejak Indonesia merdeka, yakni single digit," terangnya.

"Juga soal 99 persen rakyat Indonesia hidup sangat pas-pasan yang kemudian sudah dibantah oleh Bank Dunia sendiri. Terakhir adalah menyandingkan ekonomi Indonesia dengan Rwanda dan Haiti. PDB perkapita Indonesia tahun 2017 adalah USD 3.846 dengan tingkat ketimpangan 0,38 sedangkan Rwanda PDB nya USD 749 dengan tingkat ketimpangan jauh lebih tinggi, 0,45", tambah Uki.

Mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini juga menegaskan, pembangunan ekonomi sudah berada di jalur yang benar. Walaupun, dia menjelaskan, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Advertisement

"Pembangunan ekonomi sudah 'on the right track', hanya PR pembangunan masih dan akan selalu ada. Salah satunya, pengangguran berhasil ditekan di tengah meningkatnya angkatan kerja tiap tahun. Ke depan, Pak Jokowi akan memperluas dan merevitalisasi sentra-sentra digital untuk menjawab tantangan zaman dan menekan pengangguran sekaligus", tutup Uki.

Baca juga:
BPN Sebut Prabowo Siap Hadapi Serangan Isu HAM Saat Debat Perdana
Prabowo Dinilai Berbohong Soal Pengejaran Panglima GAM dan Pesawat Seulawah
Hasto Dilaporkan ke Bawaslu, Momentum Bongkar Penyebar Hoaks Sebenarnya
Kubu Jokowi Sindir Timses Prabowo Soal Debat Isu HAM: Belum Apa-Apa Sudah Khawatir
Di Depan Eks Pejuang Integrasi Timor Timur, Prabowo Ajak Aktif Berpolitik
5 Momen Politik Tak Terduga Sepanjang 2018

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.