Prabowo-Sandi Siapkan Kartu 'Sakti' Tandingan Milik Jokowi
"Pasti ada, kan kita sudah nyebarin juga. Tapi kan sekarang kartu-kartu itu harus pertama didukung dengan database kependudukan yang benar," kata Ferry di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengaku kubunya juga punya kartu tandingan dari kartu 'sakti' capres petahana Joko Widodo atau Jokowi. Namun, kartu tersebut masih perlu disempurnakan.
"Pasti ada, kan kita sudah nyebarin juga. Tapi kan sekarang kartu-kartu itu harus pertama didukung dengan database kependudukan yang benar," kata Ferry di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/2).
Politikus Partai Gerindra itu pun melihat kartu yang ditawarkan Jokowi masih belum sempurna. Menurutnya ada hal teknis yang mestinya dicermati.
"Sekarang masalahnya data reunifikasi data kependudukan masih belum benar. Sebaiknya dibenerin dulu single identification numbernya, baru penggunaan kartu kartu benar, itu akan efektif. Tapi gimana mau efektif penggunaan kartu kalau single identifitaction numbernya bermasalah," ujarnya.
Kemudian, kata Ferry, jika Jokowi tak mencermati soal teknis tersebut maka kartu 'sakti' nya akan gagal. Dia mencontohkan kartu tani yang ada di Jawa Tengah.
"Kalau enggak, mau pakai kartu apa salah mulu, gak tepat sasaran. Kartu tani yang di Jawa Tengah coba tanya 'Pak petani, mantep gak kartu tani di Jawa Tengah kalau (gak di) lempar pacul," tutupnya.
Sebelumnya, Jokowi berjanji akan mengeluarkan tiga kartu baru jika menang Pilpres 2019. Kartu itu yakni kartu sembako murah, kartu Indonesia pintar sampai kuliah dan kartu prakerja.
Baca juga:
Prabowo Ingin Lihat Rakyat Indonesia Sejahtera Sebelum Meninggal Dunia
3 Emak-Emak di Karawang Ditangkap, BPN Prabowo Ungkit Kasus Viktor Laiskodat
Saraswati: Wisata Halal Bisa Tambah Investasi Baru Bali
BPN Prabowo Sebut Semua Laporan Pelanggaran kubu Jokowi Tak Ada yang Ditindak
Jubir BPN Sebut Murid SD Nyanyi Prabowo-Sandi Itu Tanggung Jawab Orangtua dan Guru
Bawaslu Solo Tak Campur Tangan Soal Penghentian Kasus Ketua PA 212
Bawaslu Sulit Ungkap Pelanggaran Pemilu Karena Beda Tafsir dengan Polisi