Prabowo janji setop impor, Timses Jokowi sebut cuma retorika belaka
Prabowo berjanji bila terpilih menjadi presiden akan menjadikan Indonesia negara yang berdikari. Salah satu caranya yaitu dengan menghentikan impor.
Prabowo berjanji bila terpilih menjadi presiden akan menjadikan Indonesia negara yang berdikari. Salah satu caranya yaitu dengan menghentikan impor.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, janji tersebut sebenarnya hanyalah retorika belaka.
"Politik memerlukan kerja nyata melalui sebuah gagasan yang terukur, yang bisa diimplementasikan, bukan sekadar retorika itu," ucapnya di Jl Cemara, Jakarta, Selasa (6/11).
Hasto menganggap, dalam kenyataannya, gagasan menghentikan impor ini adalah suatu hal yang sangat sulit dilakukan. Hal ini karena adanya ketergantungan antar negara.
Menurutnya, yang justru penting adalah bagaimana caranya merancang desain sehingga Indonesia mampu berdaulat di bidang ekonomi, yaitu melalui perbaikan konektivitas antar wilayah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Intinya kan tetap SDM segala sesuatunya, sehingga untuk mencanangkan agar kita menjadi bangsa berdikari tidak bisa lepas dari kemampuan sumber daya manusia kita," tuturnya.
Dia mengatakan, peningkatan kualitas SDM dapat dimulai dengan revolusi mental dan memperbaiki sarana pendidikan.
"Dan itulah yang dilakukan Pak Jokowi," tandasnya.
Menurutnya menghentikan impor tidaklah efektif. Dia mengatakan, langkah Jokowi untuk mengedepankan peningkatan kualitas SDM justru merupakan kunci menuju Indonesia berdikari.
Mempercayai martabat bangsa sendiri juga dianggapnya penting untuk menciptakan bangsa berdikari.
Hasto pun menyinggung Prabowo yang menggunakan konsultan asing sebagai bentuk impor.
"Nah kalau berkampanye aja sudah menggantungkan diri pada konsultan asing, itu kan impor, kalau kita kan lebih percaya pada kekuatan sendiri. Mereka kan sudah percaya pada itu, pada konsultan-konsultan asingnya kan," kata Hasto.
Sebelumnya diberitakan, Prabowo Subianto berjanji menjadikan Indonesia negara berdikari. Prabowo mengatakan, janji itu bakal diwujudkan apabila diberi mandat untuk menjadi presiden di periode mendatang.
"Saya bersaksi di sini kalau Insyaallah saya menerima amanah rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri," ucap Prabowo di pelataran GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).
Prabowo mengatakan, di bawah kepimpinannya Indonesia ke depan bakal perkasa di bidang pangan, air dan energi. "Kita tidak akan impor apa apa saudara saudara sekalian. Kita harus dan kita mampu swasembada pangan. Mampu. Kita juga harus dan mampu swasembada energi," ucap dia.
"Swasembada bahan bakar. Kita enggak perlu impor 1,3 juta barel tiap hari. Kita enggak perlu kirim 30 miliar dollar tiap tahun ke laut negeri hanya untuk bayar bahan bakar," imbuhnya.
Selain itu, Prabowo juga berjanji menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. "Kita akan bela seluruh rakyat kita. Semua lapisan akan kita bela dan kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan korupsi di Republik Indonesia ini," ujar dia.
Mantan Danjen Kopassus ini menegaskan di tangannya Indonesia akan menjadi adil dan makmur. "Kemakmuran itu sumber dari keamanan. Gaji-gaji akan cukup. Kita tidak perlu impor apa-apa lagi," tandas dia.
Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Baca juga:
Yusril 'mendua' di antara HTI dan Jokowi
Tanggapi Prabowo, Wapres JK sebut negara butuh impor untuk penyeimbang ekspor
Bupati Boyolali dilaporkan, Ketua DPRD tegaskan aksi demo tak ada muatan politik
JK tanggapi janji kampanye Prabowo: Ekspor impor terjadi di negara manapun
Di balik drama penyerahan kursi Wagub DKI ke PKS