Prabowo Ingin Minta Wejangan Jelang Debat, SBY Dinilai Tak Lagi Punya Data Akurat
Arya menyebut SBY tak lagi memiliki data akurat saat ini karena perubahan banyak terjadi empat tahun setelah meninggalkan kursi presiden.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga mengatakan pihaknya tidak khawatir pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta wejangan ke Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Arya menyebut Presiden ke-6 RI itu tak lagi memiliki data akurat saat ini karena perubahan banyak terjadi empat tahun setelah meninggalkan kursi presiden.
"Tidak khawatir kenapa karena Pak SBY sudah 4 tahun di realita lapangan enggak paham," kata Arya ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (1/1).
Wacana pertemuan Prabowo-Sandiaga dengan SBY jelang debat kandidat Pilpres disampaikan Koordinator Jubir pasangan calon 02, Dahnil Anzar Simanjuntak. Arya menduga hal tersebut dilaksanakan lantaran keduanya butuh bantuan seorang mantan Presiden.
"Berdua kan enggak punya pengalaman di pusat," katanya.
Sementara, capres petahana Joko Widodo dan wakilnya Ma'ruf Amin juga dibantu persiapan oleh sejumlah tokoh. Namun, Arya tak ingin menyebut siapa saja tokoh tersebut.
Arya percaya, sebagai petahana Jokowi punya pengalaman sebagai modal debat. Sehingga, data-data faktual lengkap dipegang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sedangkan, untuk cawapres Ma'ruf Amin memiliki pandangan dan paham tema debat hukum, korupsi, HAM dan terorisme. Sebagai Ketum MUI, Ma'ruf dinilai mengikuti perkembangan terkini. Hanya saja tetap ada tim yang bakal memberikan pengarahan jelang debat.
"Capres-Cawapres kita punya data-data yang sesuai fakta realita di lapangan," ucapnya.
Baca juga:
Muhasabah Akhir Tahun Bersama Milenial, Ini Harapan Sandiaga Uno di Tahun 2019
BPN: Jika DPT Masih Bermasalah, Pilpres 2019 Pertarungan Prabowo-Sandi Vs Kecurangan
Indonesia Rawan Bencana, Prabowo Bakal Buat Kementerian Khusus Kebencanaan
Dikritik Sebar Pesimisme, Kubu Prabowo Klaim Sedang Paparkan Masalah Rakyat
Kubu Prabowo Minta Tim Jokowi Hentikan Kampanye Stigmatisasi