LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP: Yang penting majunya Ma'ruf Amin di pilpres tak ganggu tugas MUI

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin didesak untuk mundur dari jabatannya. Pasalnya, Ma'ruf maju dalam Pilpres calon wakil presiden (cawapres) 2019 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

2018-08-15 12:44:58
Pilpres 2019
Advertisement

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin didesak untuk mundur dari jabatannya. Pasalnya, Ma'ruf maju dalam Pilpres calon wakil presiden (cawapres) 2019 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi enggan berkomentar banyak. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan mundur atau tidaknya Ma'ruf dari jabatan ketua ke MUI.

"Ini dikembalikan kepada aturan internal MUI apakah wajib mundur, nonaktif. PPP tak terlalu mengurusi urusan organisasi lain," kata Baidowi pada merdeka.com, Rabu (15/8).

Advertisement

Menurut pria Baidowi yang paling penting adalah majunya Mar'uf sebagai cawapres tidak mengganggu tugasnya sebagai ketua MUI. Tambahnya, tugas-tugas Ma'ruf sebagai ketua MUI bisa diwakilkan kepada bawahannya terlebih dahulu.

"Yang terpenting majunya Kiai Ma'ruf Amin dalam pilpres jangan mengganggu tugas-tugas beliau di MUI," ungkapnya.

"Dan tentu saja tugas-tugas di MUI bisa didelegasikan kepada para wakil ketua umum dan ketua bidang," ucapnya.

Advertisement

Sebelumnya, bakal cawapres Ma'ruf Amin menanggapi desakan agar dia mundur dari posisi Ketua MUI. Desakan tersebut mencuat setelah Ma'ruf dipilih menjadi bakal calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi, sebagai bakal calon Presiden di Pemilu 2019.

Ma'ruf menegaskan ada mekanisme khusus yang akan menentukan posisinya di MUI. Dia menyebut, mekanisme itu bersifat internal.

"Nanti akan ada mekanisme penyelesaian, akan ada nanti," ujar Ma'ruf di RSPAD Gatot Subroto, Minggu (12/8) malam.

Baca juga:
Mahfud: Semua lawan politik cari korupsi Jokowi, tapi tidak ada
Gerindra sarankan Ma'ruf Amin cuti dari jabatan ketua umum MUI
Mahfud MD tersinggung dengan Rommy, PPP ibaratkan lomba lari 10 ribu M
Demokrat tegaskan tudingan Andi Arief soal mahar Rp 500 M sudah selesai
Prabowo usulkan Djoko Santoso jadi ketua tim pemenangan
Politisi Gerindra: Urusan Andi Arief biar Demokrat yang selesaikan
KPK: LHKPN Jokowi, Prabowo, Sandiaga lengkap, Ma'ruf masih proses

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.