Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahfud MD tersinggung dengan Rommy, PPP ibaratkan lomba lari 10 ribu M

Mahfud MD tersinggung dengan Rommy, PPP ibaratkan lomba lari 10 ribu M Mahfud MD. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sekjen PPP Arsul Sani menanggapi santai ungkapan mantan Ketua MK Mahfud MD yang tersinggung dengan sang ketum Romahurmuziy. Menurut dia, wajar karena tak dipilih menjadi cawapres Jokowi.

"Saya sih memaklumi saja yang disampaikan Pak MMD. Jika orang lain yang mengalaminya bisa jadi akan mengekspresikan hal yang sama," kata Arsul kepada merdeka.com, Rabu (15/8).

Menurut Arsul, ekspresi Mahfud terjadi sebagai kewajaran atas keputusan politik yang telah dibuat parpol koalisi Jokowi. Terlebih, kata Arsul, keputusan cawapres Jokowi memang diambil di menit akhir.

"Saya pahami ekspresi MMD sebagai info yang sampai kepadanya dan tafsir beliau atas sebuah proses pembuatan keputusan politik yakni dalam hal ini menetapkan wakil presiden yang faktualnya memang sampai jam-jam terakhir pada Kamis lalu itu mempertimbangkan banyak sudut pandang sebelum Pak Jokowi ambil keputusan," kata Arsul.

Sudut pandang itu antara lain, lanjut Arsul, dari PBNU dan para Ketum partai di hari itu. Fokus dalam pembahasan soal sudut pandang itukan terkait dengan akseptabilitas seluruh bacawapres pada saat itu.

"Kesimpulan akhirnya bahwa akseptabilitas Kiai Ma'ruf diyakini yang paling luas, meski ada juga yang resisten," kata Arsul.

Secara keseluruhan baginya, proses pemilihan cawapres pada kedua kubu itu baik Jokowi maupun Prabowo Subianto ibarat seperti lomba lari 10 ribu meter.

"Ada pelari yang diunggulkan dan memang dalam lomba tersebut semula memimpin, tapi di 200 meter terakhir ada yang sprint dan tiba di finish mendahului pelari yang diunggulkan tersebut," tutup Arsul.

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkap kegagalannya dipilih menjadi bakal cawapres Joko Widodo (Jokowi). Termasuk, pertemuan-pertemuan dengan ketua parpol pendukung Jokowi sebelum acara deklarasi yang berakhir melahirkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mahfud mengaku tersinggung dengan pernyataan Ketum PPP Romahurmuziy yang menyebut jadi cawapres Jokowi atas kemauan dan timnya sendiri. Padahal, kata Mahfud, Rommy, sapaan akrab ketum PPP, berkunjung ke rumahnya menyatakan dukungan sebelum deklarasi.

Saya sedikit tersinggung justru pernyataan ketua PPP Rommy begitu keluar dari ruangan (deklarasi) itu dia bilang Pak Mahfud tuh kan maunya sendiri katanya bikin baju sendiri siapa yang nyuruh itu saya agak tersinggung," kata Mahfud, dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (14/8) malam.

Dia pun bingung dengan pernyataan Rommy yang menyebutnya menginisiasi sendiri agar dipilih menjadi cawapres Jokowi. Padahal sejak awal Rommy terang-terangan menyatakan mendukungnya.

"Nah jadi Rommy sejak awal sudah ke saya bahkan sehari sebelumnya itu saya sudah komunikasi dengan Monoarfa, pak Mahfud saya bersama Rommy sudah menghadap presiden dan Rommy mengatakan kalau lawan pasangannya Prabowo itu Salim Segaf nanti lawannya pak Mahfud. Kalo pasangannya Prabowo itu AHY sama-sama millenial cawapresnya Rommy, gitu. Tapi sudah tahu dia kalo pak Jokowi memilih saya," kata Mahfud.

Dia pun heran dengan pernyataan Rommy tersebut. Kendati begitu, Mahfud mengaku tak dendam kepada Rommy.

"Saya ingatkan saja, mas Anda ini kok ngomongnya beda dengan yang waktu ketemu saya. Jangan main-mainlah," kata Mahfud kepada Rommy.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP