PPP nilai tak masalah jika koalisi Jokowi di Pilpres 2019 'gemuk'
Menurut Baidowi, yang terpenting dari banyak partai pendukung Jokowi adalah terjalinnya komunikasi. Sehingga persoalan bisa diselesaikan bersama.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi meminta publik tak khawatir dengan 'gemuknya' koalisi partai politik yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, kata dia, koalisi 'gemuk' yang pernah terjadi saat Pilpres 2009.
"Koalisi gemuk kan bukan sekarang saja. Koalisi gemuk di 2009 juga ada, toh selesai," di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4).
Menurut Baidowi, yang terpenting dari banyak partai pendukung Jokowi adalah terjalinnya komunikasi. Sehingga persoalan bisa diselesaikan bersama.
"Yang penting diajak komunikasi ke semua parpol, satu sama lain saling memahami, udah clear," tuturnya.
Diketahui, saat ini Presiden Jokowi sudah didukung lima partai untuk maju Pilpres 2019. Mulai dari PDIP, Partai Golkar, PKB, NasDem, PPP, dan Hanura. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga didukung partai non parlemen yang mendukung yakni Partai Perindo dan PSI.
Sedangkan, Prabowo Subianto diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Saat ini, tinggal Partai Demokrat dan PAN yang belum menentukan sikap politiknya.
Baca juga:
Golkar harap kubu Prabowo tak pakai isu identitas lawan Jokowi
PKS akan perhitungkan nama Gatot Nurmantyo jadi Capres atau Cawapres
Kembali usung Prabowo, Gerindra belajar dari kekalahan Pilpres 2014
Relawan Selendang Putih yakin Gatot Nurmantyo masih berpeluang nyapres
Romi akui Prabowo lawan berat, optimis Jokowi menang