PPP Minta Semua Pihak Tak Recoki Jokowi-Ma'ruf Susun Kabinet
Karena masing-masing memiliki kapasitas dan kualitas untuk mengisi jabatan di kabinet.
Pasca penetapan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-224 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, sejumlah partai politik dari Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mulai menyodorkan kadernya untuk mengisi kabinet kerja jilid II.
Plt Ketua Umum PPP Soeharso Monoarfa mengatakan, partainya tidak ingin terlalu jauh ikut campur dalam penyusunan kabinet. Karena menurutnya, terkait komposisi kabinet merupakan kebijakan Jokowi.
"Jadi kita tidak ingin masuk terlalu jauh ikut mempengaruhi presiden. Tapi kalau kita diundang, diajak bicara bagaimana kalau ada ini ada portofolio pasti kita bicara," kata Soeharso usai Mukernas IV di Kota Serang, Sabtu (20/7).
Ia pun meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak merecokan bursa calon menteri, antara dari kalangan profesional dan menteri dari kader parpol. Karena masing-masing memiliki kapasitas dan kualitas untuk mengisi jabatan di kabinet.
"Terkait dengan partai politik pendukung presiden itu punya kader terbaiknya, yang tidak dikehendaki oleh parpol jangan menghadapkan kader parpol dengan non parpol yang dianggap profesional, karena di kader-kader parpol juga banyak yang profesional," katanya.
Ia mengaku, sejauh ini dirinya belum diajak bicara oleh presiden terkait susunan kabinet kerja jilid II.
Baca juga:
Tak Mau Berandai-andai, AHY Siap Jika Diminta Jadi Menteri Kabinet Jokowi
PPP Tak Masalah Kehilangan Kursi Menteri Agama
Lukman Hakim Menolak jika Ditawari Lagi jadi Menteri Kabinet Jokowi
Kursi Jaksa Agung Diincar PDIP, Ini Kata Yasonna
Harga Diri dan Gengsi, Demokrat Tolak Minta Jatah Menteri ke Jokowi
Jika Diminta, Budi Waseso Siap Masuk Kabinet Jokowi
"Saat ini belum dan saya kira saya nggak mau ganggu juga dan jangan diganggu," ujarnya.
(mdk/rhm)