LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PPP dan PAN dinilai berpotensi lakukan politik transaksional di Pilgub Jabar

Namun untuk Demokrat, sebagai partai yang cukup dominan memiliki kursi keterwakilan di DPRD Jabar dibandingkan PPP dan PAN, memang masih cukup nyaman dengan koalisi yang sudah terbangun di pusat yakni dengan Gerindra. Hanya saja untuk keputusan akhir itu tetap pada pimpinan tertinggi yakni Susilo Bambang Yudhoyono‎.

2017-09-16 17:30:00
pilgub jabar
Advertisement

Partai Demokrat, PPP dan PAN yang tengah membentuk kekuatan baru di Pilgub Jabar 2018 berpotensi besar melakukan politik transaksional. Dalam beberapa pertemuan yang digelar, poros ini belum juga ada figur dimunculkan. Padahal secara jumlah kursi jika partai ini bersatu tentu sudah cukup untuk mengusung satu paket balon Gubernur dan balon Wakil Gubernur.

Sekadar diketahui, NasDem dan PKB yang sudah mengusung balon Gubernur Jabar Ridwan Kamil masih kekurangan 8 kursi. Untuk menggenapkan menjadi 20 kursi sebagai syarat pengusungan, artinya dua partai ini masih harus mencari partai lainnya.

Demokrat 12, PPP 9 dan PAN 4 ‎kursi tentu akan sangat cukup bila satu atau dua partai diantaranya memberikan suara pada koalisi NasDem dan PKB. Dengan posisi NasDem dan PKB yang ingin menggenapkan kursi, poros ini sangat besar kemungkinan memberikan kursinya dengan syarat mahar atau disebut politik transaksional.

Pandangan itu disampaikan Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (16/9).

"‎Sebenarnya besar sekali potensi (politik transaksional) dari PPP dan PAN, bisa saja mereka jualan ke kandidat yang ada. Tapi itu menurut mereka yang paling menguntungkan," kata Muradi yang juga Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK).

Namun untuk Demokrat, sebagai partai yang cukup dominan memiliki kursi keterwakilan di DPRD Jabar dibandingkan PPP dan PAN, memang masih cukup nyaman dengan koalisi yang sudah terbangun di pusat yakni dengan Gerindra. Hanya saja untuk keputusan akhir itu tetap pada pimpinan tertinggi yakni Susilo Bambang Yudhoyono‎.

Demokrat sendiri sejauh ini masih memiliki satu nama yakni Dede Yusuf yang sudah menyatakan kesiapannya maju di Pilgub Jabar.

"‎Kalau sekarang lihat situasi hari ini Partai Demokrat yang mencalonkan Dede Yusuf tidak terlalu baik. Karena sebenarnya momentumnya sudah lewat," ujar Muradi.

Dia mengatakan, peta politik di Jabar memang masih sangat ‎cair. Menurutnya PKS yang sebelumnya sudah merasa aman dengan koalisi Gerindra kembali berubah. Sehingga menurutnya peta Pilgub Jabar masih belum bisa ditebak sampai SK dikeluarkan elit politik masing-masing di ranah pusat.

Baca juga:
Tiga jagoan poros baru di Pilgub Jabar
Ketua DPD Gerindra ajak PKS gabung poros Demokrat-PAN-PPP di Pilgub Jabar
Ikut seleksi Demokrat, Dede Yusuf siap maju di Pilgub Jabar 2018
Ditolak DPD, DPP Gerindra akan evaluasi pencalonan Deddy Mizwar-Syaikhu
Gerindra Jabar manuver, PKS optimis hanya ingin tambah koalisi
Pilgub Jabar, Gerindra tertarik dengan poros Demokrat, PPP dan PAN

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.