LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Politikus PDIP Nilai Perlu Ada Kubu Oposisi untuk Kontrol Pemerintah

"Kalau elite nyatu, maka gerakan akar rumput akan mengikuti," kata Masinton.

2019-06-28 17:02:27
PDIP
Advertisement

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengimbau Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin membangun kembali polarisasi yang ada di masyarakat. Menurutnya, hal tersebut bisa terwujud jika para elite bersatu pasca-sidang putusan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi.

"Kalau elite nyatu, maka gerakan akar rumput akan mengikuti. Elite harus menjadi penenang selesainya persidangan Mahkamah Konstitusi (MK)," kata Masinton di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/6).

Masinton juga menilai pentingnya keberadaan kubu oposisi dalam perpolitikan di Indonesia. Sebab, kata dia, kubu oposisi berperan sebaga pengontrol dan pengawas dari pemerintah.

Advertisement

"Harus ada oposisi, kontrol terhadap pemerintah sehingga kita bisa mencegah otoriras, kesewenang-wenangan," ucapnya.

Di lokasi sama, Wakil Ketua Fraksi PPP MPR, Syaifullah Tamliha berharap paslon 01 dan 02 dapat menjadi negarawan pasca-Pilpres. Pasalnya, bila tidak diantisipasi berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Kita khawatir perpecahan itu beneran terjadi. Kalau itu yang terjadi bangsa Indonesia berpotensi sebagai negara federasi," ucap dia.

Advertisement

Sementara itu Pengamat Intelejen dan Terorisme, Wawan Hari Purwanto optimis adanya keberanian Indonesia dalam kemandirian menuju 2045. Mengingat saat ini Indonesia telah masuk dalam 15 negara besar di dunia.

Dia menyebut sikap Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam memberikan imbaun agar tidak ke gedung MK saat putusan sengketa Pilpres merupakan bentuk sikap negarawan.

"Kita belajar dari kejadian di Bawaslu mudarat semua. Dengan sistem sidang terbuka, transparan ketok palu, ada riak kecil itu hanya perlu waktu, negara kita pemaaf," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Baca juga:
Usai Putusan MK, Masa Depan Partai Demokrat Diputuskan Majelis Tinggi
Sekjen Demokrat Sebut Koalisi Selesai dengan Putusan MK soal Pilpres
KPU Harap Dua Pasangan Calon Hadiri Penetapan Capres
TKN Berharap, Jika Kubu Prabowo Bergabung Koalisi Bukan Sekadar demi Kekuasaan
Bamsoet Yakin Prabowo Sudah Tahu Tak Ada Lagi Upaya Hukum Gugat Hasil Pilpres

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.