LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Politikus PAN: Mencalonkan mantan napi korupsi itu bunuh diri

Politikus PAN: Mencalonkan mantan napi korupsi itu bunuh diri. Hakam menambahkan, problem yang terjadi saat ini terletak apakah ada partai yang sudah menyiapkan seorang caleg namun pernah terlibat kasus korupsi.

2018-05-26 14:04:00
KPU
Advertisement

Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN Hakam Naja mengatakan bila ada partai politik mencalonkan mantan napi korupsi sebagai calon anggota legislatif di Pileg 2019 sama saja seperti bunuh diri. Menurutnya, di situlah peran KPU untuk mencegah hal tersebut.

"Jadi mencalonkan mantan napi koruptor itu bunuh diri sebenarnya, jadi itu langkah blunder, saya berpandangan KPU bisa mengolah di situ, terpampang dimana-mana (publikasi label mantan napi koruptor), sekaligus ini test case publik. jadi ini tes the water, apa benar ada partai yang siap mengusung caleg mantan koruptor," kata Hakam, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5).

Hakam menambahkan, problem yang terjadi saat ini terletak apakah ada partai yang sudah menyiapkan seorang caleg namun pernah terlibat kasus korupsi.

Advertisement

"Jadi problem di sini kan koruptornya, dari sisi itu saya tidak melihat partai apa yang menyimpan atau sudah berniat punya bakal calon yang pernah korupsi," jelas dia.

Seperti diketahui, Komisi II DPR RI sendiri tidak sepakat dengan niatan KPU memasukkan norma aturan yang melarang mantan terpidana korupsi maju menjadi calon legislatif. Menurut hasil rapat dengar pendapat (RDP) di Parlemen kemarin, suara pemerintah, Bawaslu, dan Komisi II mengatakan KPU telah melampaui kewenangan dengan dalih mencabut hak politik hanya bisa dilakukan oleh ketuk palu hakim pengadilan.

Reporter: Muhammad Radityo

Advertisement

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sekjen PAN: Berpolitiklah dengan santun, jangan menyogok pemilih dengan uang
DPR nilai perekrutan Ali Mochtar dalam KSP hanya pemborosan anggaran
PAN soal kenaikan THR PNS: Bagaimana dengan buruh yang pendapatannya kecil?
Waketum PAN senang Demokrat makin serius jajaki koalisi dengan Gerindra
Gerindra optimis PAN akan menyatakan mendukung Prabowo usai rakernas

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.