Waketum PAN senang Demokrat makin serius jajaki koalisi dengan Gerindra
Merdeka.com - Partai Demokrat dan Gerindra mulai membangun komunikasi politik untuk berkoalisi di Pilpres 2019. Melihat hal itu, Wakil Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan mengapresiasi dan menyambut baik hal tersebut.
Demokrat tengah menyusun konsep kerja sama dengan Gerindra. Nantinya, para sekjen partai bakal bertemu. Jika sepakat, baru para ketua umum partai bertemu untuk menyepakati koalisi.
"Setiap perkembangan kontestasi pilpres itu semakin hari semakin bisa berkembang. Pada saat sekarang ada wacana yang kuat antara Partai Demokrat, PAN, Gerindra, PKS. Tentunya itu dari awal saya sampaikan semuanya harus diapresiasi," katanya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (24/5).
Meski demikian, arah politik PAN masih cair. Baik Jokowi maupun Prabowo, PAN belum mau menyatakan sikap resmi karena keputusan dukungan disampaikan saat rapat kerja nasional (rakernas) yang direncanakan bulan Juni mendatang.
"Menurut saya arahnya masih sangat cair. Belum final juga kan gitu. Artinya cair ya saya harapkan semakin banyak calon, semakin senang. Artinya Indonesia tidak kekurangan stok pemimpin bangsa. Bahwasanya sekarang lagi berkolaborasi untuk suatu koalisi yang baru itu pun harus diapresiasi," ucap Taufik.
Posisi PAN sendiri secara resmi masih dalam pemerintahan. Namun, Taufik mengatakan, tiap partai politik berhak menentukan arah dukungan. Presiden Joko Widodo juga menghargai hak konstitusi.
"Nah sekarang kalau ada kelompok-kelompok koalisi untuk mendukung calon tertentu ya itu tentunya merupakan suatu konsekuensi yang harus kita hormati bersama sama. Saya yakin pemerintah sekarang pak Jokowi pun juga mendukung itu seperti beberapa kali statement disampaikan," tutur Taufik.
"Jadi dengan koalisi partai mana pun itu merupakan hak konstitusi, ini merupakan suatu proses yang masih dinamis sekali memunculkan calon menuju kontestasi Pilpres," tandas Wakil Ketua DPR ini.
Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra dan Demokrat tengah membangun komunikasi untuk berkoalisi di Pilpres 2019. Sinyal koalisi ini menguat pasca pertemuan antara Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua Pemenangan Pemilu Gerindra, Sandiaga Uno, beberapa hari lalu.
Rencananya, pembahasan politik akan berlanjut pada pertemuan antara ketua umum Gerindra Prabowo Subianto dan ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Mudah-mudahan bisa berujung pada koalisi, nah berujung koalisi nantinya akan ketemu lah dua ketua umum ini Pak Prabowo dan Pak SBY, tunggu saja tanggal mainnya. Yang jelas biarkan tim bang Sandi dan tim mas AHY mematangkan," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/5).
Andre menjelaskan, Gerindra dan Demokrat akan berdiskusi dulu untuk menyamakan frekuensi dan persepsi. Dia meyakini jika komunikasi baik akan berujung koalisi.
"Tapi yang jelas kalau bicara sinyal, sinyal kami dari 3G sekarang dengan Demokrat sudah berubah jadi 4G," ucapnya.
Lanjutnya, Gerindra dan Demokrat sama-sama saling mengajak untuk membangun komunikasi. Hubungan dua partai yang dipimpin purnawirawan perwira tinggi TNI ini juga berlangsung harmonis. Andre mengatakan, Gerindra saat ini fokus pada kerangka kerja sama.
"Sekarang yang perlu kita sepakati dulu koalisi dan kerangka kerja bersama. Setelah itu baru bicarakan cawapres dan dirapatkan oleh pak Prabowo dan pimpinan partai koalisi," terangnya.
Dirinya enggan komentar terbentuknya komunikasi antara Demokrat dengan Gerindra karena dipicu soal SBY yang saling sindir dengan Presiden Jokowi. Andre hanya berharap perubahan sinyal Demokrat bisa berjalan lancar.
"Wallahualam lah, itu kan hak Demokrat yang penting kita terus bangun komunikasi, gak etis lah yang dilakukan Pak Jokowi itu kepada Pak SBY," tegas dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya