LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Polemik 'Propaganda Rusia' Jelang Pilpres 2019

Jokowi singgung propaganda Rusia, apalagi jelang Pilpres 2019. Namun ucapannya justru jadi kontroversi:

2019-02-06 07:00:00
Propaganda Rusia
Advertisement

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi ingin berpolitik yang sehat, terutama jelang Pilpres 2019. Menurutnya, banyaknya hoaks yang bertebaran di medsos karena adanya tim sukses (timses) yang melakukan propaganda ala politik Rusia atau propaganda Rusia. Propaganda itu disebut untuk menyebarkan fitnah dan hoaks kepada masyarakat.

"Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan," ucapnya.

Namun ucapan Jokowi tentang propaganda Rusia ini malah tuai kontroversi dan tudingan. Apalagi jelang Pilpres 2019. Berikut beberapa bantahan serta tudingan yang muncul dari kubu Jokowi dan Prabowo:

Advertisement

Kubu Prabowo-Sandiaga: Itu Kampanye Hitam yang Tidak Barokah

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mempertanyakan maksud ucapan Jokowi soal kelompok yang mengunakan konsultan asing. "Tentang tudingan propaganda ala Rusia, timses mana yang Pak Jokowi maksud? Kalau dari BPN 02 dipastikan tidak ada. Kami belum pernah mendengar itu dan dipastikan Prabowo-Sandi tidak setuju propaganda ala Rusia atau apalah namanya," tegas Wakil Ketua BPN dan juga Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso.

Priyo menegaskan, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga selalu mengedepankan kampanye yang santun dan sesuai aturan. Prabowo-Sandiaga tidak setuju dengan kampanye hitam karena tidak berkah.

Advertisement

"Itu kampanye hitam yang tidak barokah. Beliau berdua selalu menggariskan model kampanye yang santun, senyum, terukur dan sesuai aturan. Mohon maaf tudingan itu sepertinya mengada-ada, kenapa tidak ditindak saja?" ujarnya.

Tak Bermaksud Singgung Pemerintah Rusia

Ucapan Jokowi terkait "propaganda Rusia" malah menjadi salah paham dengan pemerintah Rusia. Timses Jokowi-Ma'ruf Amin kemudian menjelaskan maksud tersebut.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menjelaskan, pernyataan Jokowi bukan bermaksud menyinggung pemerintah Rusia. Melainkan konsultan yang berasal dari negara Beruang Merah itu yang menggunakan strategi politik memecah belah.

"Yang dimaksud itu bukan Rusia sebagai negara, pemerintah, bangsa. Tetapi dugaan dibantu oleh konsultan dari Rusia dengan mengembangkan strategi Politik menebar ketakutan, pesimisme di tengah dan memproduksi hoaks di tengah masyarakat," ucap Karding.

Menurutnya, ada yang menggunakan politik untuk membangun rasa pesimis, serta memutarbalikkan fakta. Jelas ini bisa mempengaruhi dan merusak perilaku masyarakat.

Fadli Zon Bantah Prabowo-Sandiaga Gunakan Propaganda Rusia

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia yang digunakan dalam kampanye Pilpres 2019, merupakan hoaks. Dia menilai, yang disampaikan Jokowi justru bisa membahayakan hubungan diplomatik antara Indonesia-Rusia.

"Menurut saya hoaks ya (propaganda Rusia). Jadi Pak Jokowi kalau betul menyampaikan hal itu, itu membahayakan hubungan diplomatik kita dengan Rusia," kata Fadli.

Dia berharap Jokowi tidak terburu-buru menyampaikan ke publik hasil temuan tim suksesnya. Harus disaring terlebih dahulu dan jangan terlalu gegabah dalam mengambil kesimpulan.

"Jangan gegabah, jangan grasak-grusuk, mendapat masukan dari timnya itu garbage in, garbage out, kalau masuknya sampah keluarnya sampah juga, menurut saya ini sampah yang masuk ke Pak Jokowi," ujarnya.

Ma'ruf Amin: Itu Bukan Mengkritik tapi Mengklarifikasi

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, meluruskan tudingan kubu Prabowo-Sandiaga yang menyebut petahana Joko Widodo melakukan kritikan tendensius. Menurutnya, yang dilakukan Jokowi saat berpidato di Semarang adalah bentuk klarifikasi.

"Mengkritik siapa? Itu bukan mengkritik tapi mengklarifikasi, artinya menjernihkan, mungkin istilahnya yang beda," kata Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin menyatakan, apa dilakukan Jokowi adalah cara menangkal hoaks. Dia heran jika dinilai yang dilakukan mantan Gubernur DKI itu sebuah kritikan. "Masa Pak jokowi mengkritik, itu klarifikasi, meluruskan saja, termasuk bagian menangkal hoaks," tegas Ma'ruf.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.