LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PKS akan bujuk Yusril agar dukung Prabowo-Sandiaga

Mardani mengakui suara dukungan PBB penting lantaran sebagai salah satu peserta pemilu 2019. Dia menilai, sebagai partai sudah sepantasnya diajak bergabung.

2018-08-13 19:57:13
Yusril Ihza Mahendra
Advertisement

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bakal membujuk Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra agar masuk barisan pendukung Prabowo Subianto. Dia mengaku telah mengajak calon wakil presiden Sandiaga Uno untuk silahturahmi ke tempat Yusril.

Mardani mengakui suara dukungan PBB penting lantaran sebagai salah satu peserta pemilu 2019. Dia menilai, sebagai partai sudah sepantasnya diajak bergabung.

"Saya sudah bincang dengan bang Sandi ayo segera silaturahim karena PBB kan partai peserta pemilu. partai peserta pemilu kan punya struktur yang sudah terverifikasi ketimbang relawan apapun. Menurut saya karena itu tinggal didatangi," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/8).

Advertisement

Dia mengatakan, partai yang hadir dalam Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) seluruhnya mendukung Prabowo, kecuali Yusril. Selain itu, Yusril juga menyatakan tak akan mendukung Jokowi.

"Pak Yusril itu ikut Ijtima Ulama. Semua partai Ijtima ke pak Prabowo, pak Yusril juga ga bakal dukung Jokowi kok, tapi kita harus segera dekati," jelasnya.

Yusril, melalui Instagram pribadinya menyatakan koalisi keumatan hanya fatamorgana. Koalisi tersebut digaungkan oleh pimpinan FPI Rizieq Shihab yang meminta Gerindra, PAN, PKS, dan PBB agar berkoalisi.

Advertisement

Dalam unggahannya, Yusril menyatakan kekecewaannya terhadap Gerindra cs. Lantaran Prabowo mengaku sulit berkomunikasi dengan dirinya. Serta, saat PBB mengalami kesulitan dalam tahap pendaftaran di KPU, tak ada partai koalisi keumatan yang membantu.

"Kesan saya, bagi Gerindra, PKS, PAN, dan PBB ini lebih baik masuk liang lahat daripada tetap ada. Begitu juga ketika keluar keputusan Ijtimak Ulama yang jauh menyimpang dari rekomendasi sebelumnya, mana ada protes dari DPW?" kata Yusril dikutip merdeka.com, Senin (13/8).

Selain itu, Yusril menyayangkan Prabowo tak memilih usulan Ijtima Ulama. Sementara, Jokowi memilih ulama dengan menggandeng Rais Aam Nahdlatul Ulama Ma'ruf Amin. Meski, pernyataannya demikian tak mengartikan bakal mendukung Jokowi.

Baca juga:
Ketua Tim pemenangan Prabowo bakal dibahas secara musyawarah oleh koalisi
Adu kuat barisan jenderal pendukung Prabowo dan Jokowi
Runtutan cerita isu mahar Rp 500 miliar dan bantahan Sandiaga Uno
Genderang pilpres dimulai, 3 persiapan kubu Prabowo dan Jokowi
PKS Jabar sebut Aher berpeluang jadi wagub DKI dan ketua tim pemenangan Prabowo

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.