Pilgub DKI, Anies minta KPU cek data pemilih baru sebelum tambah TPS
Pilgub DKI, Anies minta KPU cek data pemilih baru sebelum tambah TPS. Sebagaimana diketahui, jumlah pemilih di setiap TPS sesuai aturan berkisar di antara 400-800 pemilih. Alasan KPU DKI menambah TPS lantaran jumlah pemilih di beberapa daerah melebihi 800 pemilih.
KPU DKI Jakarta berencana akan menambah jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua 19 April nanti. Penambahan TPS ini dilakukan lantaran bertambahnya jumlah pemilih baru di putaran kedua nanti.
Menanggapi wacana itu, Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan lebih baik jika KPU DKI Jakarta mengecek data pemilih baru. Menurutnya, sangat dicermati asal muasal tambahan pemilih baru tersebut.
"Saya agak concern soal jumlah pemilih baru. Harus dicek ulang bener, dari mana jumlah lonjakan suara," kata Anies di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (15/3).
Lihat KPU di Liputan6.com
Bila KPU DKI Jakarta telah memastikan jumlah pemilih baru tersebut benar-benar warga Jakarta, barulah dibuat TPS-TPS tambahan.
"Menurut saya harus ada proses verifikasi yang amat serius. Kalau memang diperlukan tidak apa-apa, tapi apa iya sebanyak itu," ungkap Anies.
Sebagaimana diketahui, jumlah pemilih di setiap TPS sesuai aturan berkisar di antara 400-800 pemilih. Alasan KPU DKI menambah TPS lantaran jumlah pemilih di beberapa daerah melebihi 800 pemilih.
"Menurut saya di cek yang baru itu siapa bener warga Jakarta atau muhajrin. Kalau mereka hijrah dari mana dicek dulu, karena yang berhak milih warga Jakarta," jelas Anies.
Baca juga:
Sandiaga mengaku belum dapat dana kampanye dari Hary Tanoe
Didukung Perindo, Anies-Sandi ucapkan terima kasih
Prabowo dan pasangan Anies-Sandi hadiri acara Perindo
Ditemani Hary Tanoe, Anies-Sandi temui Said Aqil di PBNU
Hary Tanoe berharap Anies Sandi bernasib seperti Donald Trump
PPP Kubu Romi buka pintu selebarnya jika Lulung dkk bergabung
Prabowo hadiri deklarasi Perindo dukung Anies-Sandiaga