PPP Kubu Romi buka pintu selebarnya jika Lulung dkk bergabung
Merdeka.com - Wasekjen PPP Kubu Romahurmuziy, Ahmad Baidowi atau yang akrab disapa Awiek mengatakan, pihaknya membuka pintu lebar jika Mantan Ketua DPW PPP DKI Jakarta kubu Djan Faridz, Abraham Lunggana alias Lulung beserta sembilan anggota DPRD DKI Fraksi PPP ingin bergabung. Hal ini menyusul pemecatan yang dilakukan Ketua Umum PPP Djan Faridz terhadap Lulung sebagai ketua DPW PPP DKI karena mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Sementara, Kubu Djan diketahui telah memberikan dukungan ke pasangan petahana Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.
"Ya jika siapa pun mau bergabung dengan kepengurusan PPP ya silakan saja. Posisi kami selalu terbuka terhadap siapa pun untuk bergabung termasuk juga Haji Lulung dan kawan-kawan," kata Awiek saat dihubungi merdeka.com, Selasa (14/3).
Meski begitu, pihaknya mengaku belum menjalin komunikasi dengan Lulung dan kawan-kawan. Namun, kata Awiek, sejak awal kubu Romi telah mengajak Lulung bergabung ke kepengurusan PPP hasil muktamar Pondok Gede. Tetapi, ajakan itu tidak direspons oleh Lulung.
"Sejauh ini belum ada komunikasi yang signifikan terhadap Haji Lulung. Sedari awal, kami membuka pintu selebar-lebarnya buat Haji Lulung dan kawan-kawan untuk bergabung ke pengurusan hasil Muktamar Pondok Gede," terangnya.
Anggota Komisi II DPR ini menyerahkan keputusan untuk merapat ke kubu Romi kepada Lulung. Pihaknya menegaskan tidak mau memaksa Lulung untuk bergabung.
"Namun, hingga saat ini Haji Lulung belum bergabung untuk selanjutnya kita serahkan pada proses politik yang alamiah saja. Toh konteks saat ini dalam politik itu pilihan bukan paksaan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz memutuskan memecat Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Lulung. Penyebabnya, Lulung membelot dengan menggalang dukungan untuk pasangan cagub dan cawagub DKI nomor urut tiga, Anies-Sandiaga. Padahal PPP kubu Djan Faridz sejak awal mendukung Ahok- Djarot.
"Mulai hari ini DPP secara resmi memecat haji Lulung berserta rombongannya di DPRD DKI," katanya saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (13/3).
Dia menambahkan, Lulung sudah diberikan surat peringatan sampai tiga kali. Yang membuat langkah tegas harus diambil Djan, setelah Lulung menyatakan dukungan pada pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"Haji Lulung sudah kami beri surat peringatan 1, 2, dan 3 sebelumnya. Puncaknya dia mendeklarasikan dukungan pasangan cagub lain yang berbeda dari keputusan DPP, yakni dukung Ahok- Djarot," tegasnya.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya