Perkuat Edukasi Kebangsaan, Pangdam Hasanuddin Gandeng Insan Film Ekonomi Kreatif
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memperkuat edukasi kebangsaan melalui film ekonomi kreatif, berkolaborasi dengan PT Go Talent Academy Indonesia untuk menyampaikan pesan moral dan nilai budaya.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengambil langkah strategis untuk memperkuat edukasi kebangsaan di tengah masyarakat. Inisiatif ini diwujudkan melalui pemanfaatan sektor ekonomi kreatif, khususnya media film, sebagai sarana penyampaian pesan yang efektif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau audiens lebih luas dengan cara yang inspiratif dan mudah diterima.
Penggunaan film dipilih karena kemampuannya dalam menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai edukasi secara visual dan emosional. Media ini dinilai lebih mudah diserap oleh berbagai kalangan masyarakat, sehingga tujuan penguatan rasa nasionalisme dan pemahaman kebangsaan dapat tercapai optimal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kodam XIV/Hasanuddin dalam berkontribusi pada pembangunan karakter bangsa.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Pangdam Bangun Nawoko menjalin kerja sama dengan PT Go Talent Academy Indonesia. Kunjungan silaturahmi rombongan yang dipimpin Sutradara sekaligus Produser Harry Maverick di Makodam Hasanuddin, Makassar, pada Jumat lalu, menjadi penanda komitmen bersama untuk menghasilkan karya-karya edukatif. Ini juga memperkuat hubungan antara institusi militer dan insan perfilman nasional.
Kolaborasi Strategis untuk Edukasi Kebangsaan
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyambut baik kunjungan dari PT Go Talent Academy Indonesia, yang dipimpin oleh Sutradara Harry Maverick. Pertemuan ini menegaskan kembali pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menyebarkan nilai-nilai luhur kebangsaan. Bangun Nawoko menekankan bahwa karya kreatif seperti film memiliki potensi besar untuk menanamkan pemahaman tentang kebangsaan secara mendalam kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Kodam, menyampaikan harapannya agar pesan yang terkandung dalam media film dapat lebih mudah diserap dan diterima oleh publik. Kolaborasi ini bukan hanya sekadar kerja sama, melainkan sebuah upaya strategis untuk menjadikan film sebagai jembatan komunikasi. Film dapat menjembatani antara nilai-nilai kebangsaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Harry Maverick, selaku perwakilan dari PT Go Talent Academy Indonesia, juga menyatakan apresiasinya terhadap Kodam XIV/Hasanuddin. Ia mengungkapkan bahwa pihak Kodam selalu terbuka untuk memberikan masukan dan ide-ide strategis. Masukan ini sangat berharga dalam upaya menumbuhkan nasionalisme dan sikap kebangsaan melalui karya-karya film. Komitmen untuk terus menjaga kolaborasi ini demi menghasilkan karya edukatif menjadi fokus utama kedua belah pihak.
Film sebagai Media Pelestarian Budaya dan Nasionalisme
Sebelumnya, kolaborasi antara Kodam XIV/Hasanuddin dan PT Go Talent Academy Indonesia telah menghasilkan sebuah karya inspiratif. Film pendek edukatif berjudul “Tungke Badik Tak Bertuan” merupakan bukti nyata dari sinergi ini. Film tersebut mengangkat pesan moral serta nilai-nilai budaya lokal, menunjukkan bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi alat ampuh untuk pelestarian warisan bangsa. Film ini juga menjadi contoh nyata bagaimana edukasi kebangsaan bisa disampaikan melalui narasi yang kuat dan relevan.
Pangdam Bangun Nawoko menilai bahwa kerja sama yang telah terjalin ini perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan. Insan perfilman memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kebangsaan, edukasi sosial, serta pelestarian nilai budaya lokal. Melalui media yang kreatif, inspiratif, dan komunikatif, pesan-pesan tersebut dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan lebih efektif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat identitas nasional.
Pemanfaatan film sebagai media edukasi kebangsaan juga sejalan dengan visi Komdigi untuk literasi digital dan Kemenekraf dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek militer, tetapi juga pada pembangunan sosial dan budaya. Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan nilai-nilai kebangsaan dan bangga akan budayanya sendiri. Ini merupakan langkah progresif dalam memajukan bangsa melalui pendekatan yang modern dan relevan.
Sumber: AntaraNews