Pengamat sebut strategi politik Cak Imin dan PKB licik
Muhaimin atau Cak Imin berhasil memainkan politik akar rumput PKB dengan mengusung raja dangdut Rhoma Irama.
Hasil perhitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei menempatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada posisi lima besar dengan perolehan suara sekitar 9 persen. Dengan perolehan suara tersebut, banyak yang memprediksi partai besutan Muhaimin Iskandar ini menjadi salah satu partai yang mampu memberikan persaingan dalam pemilu presiden pada Juli nanti.
Pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti mengatakan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama PKB menggunakan strategi politik licik dalam pemilu legislatif.
"PKB dalam bahasa Inggris clever. Dalam bahasa Indonesia licik. Saya ngomong itu di depan Muhaimin, bukan di belakangnya," kata Ikrar di media center LIPI, Jalan Gatot Subroto nomor 10, Jakarta, Kamis, (10/4).
Menurut Ikrar, Muhaimin atau Cak Imin berhasil memainkan politik akar rumput PKB dengan mengusung raja dangdut Rhoma Irama. Selain itu, PKB juga pintar menaruh mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK) dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang merupakan tokoh potensial untuk masa pemilih menengah.
"Ada pangsa pasar uneducated people diambil," jelasnya.
Baca juga:
Faktor apa penyebab suara PKB bisa melejit hingga 9 persen?
Ini target perolehan suara partai peserta pemilu
Rhoma Irama tanya wartawan: Kok jarinya masih bersih-bersih?
Muhaimin: Kita sudah lama tak pakai foto Gus Dur
Sastrow Ngatawi: Gus Dur dibuang PKB, tapi foto dipakai kampanye