LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Anggota DPR Curhat Pemilu Legislatif Minim Perhatian Masyarakat

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mahfuz Sidik, mengatakan masyarakat saat ini seolah lebih berfokus pada momen pemilu presiden (pilpres) daripada pemilu legislatif (pileg) dalam pemilu serentak 2019. Dia menyebut, gaung Pileg tengah tenggelam dengan hingar bingar pilpres.

2019-02-23 13:12:46
Pemilu 2019
Advertisement

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mahfuz Sidik, mengatakan masyarakat saat ini seolah lebih berfokus pada momen pemilu presiden (pilpres) daripada pemilu legislatif (pileg) dalam pemilu serentak 2019. Dia menyebut, gaung Pileg tengah tenggelam dengan hingar bingar pilpres.

"Rasanya kalau kita keliling di berbagai daerah, mencoba merasakan denyut pileg, itu jauh kalah dengan denyut pilpres. Bukan saja atensi, partisipasi masyarakat pemilih, tetapi partai dan caleg-caleg juga seperti tenggelam, tergerus oleh arus besar," kata Mahfuz dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Menurut Mahfuz, masyarakat lebih mudah mengenali dua paslon capres cawapres dibandingkan mengenali ribuan caleg yang harus dikenali. Oleh karena itu, dia meminta tidak hanya KPU melainkan juga masyarakat dapat memberikan perhatian lebih untuk mengenali calon wakil rakyat.

Advertisement

"Artinya masyarakat harus punya ruang perhatian, ruang partisipasi lebih besar di pileg," ucapnya.

Sementara itu, Peneliti Politik Perludem, Heroik M. Pratama, mengatakan tujuan awal pemilu serentak untuk menjalankan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 14. Dia mengakui Pileg terasa kurang gaungnya dibandingkan Pilpres. Padahal tujuan pemilu serentak adalah efisiensi anggaran politik.

"Ada dua tujuan yang ingin dicapai pertama soal efisiensi tadi meskipun politik butuh anggaran tapi postur anggaran pemilu dibiayai penyelenggara. Esensi utama pemilu serentak untuk efektivitas pemerintahan," ucapnya.

Advertisement

Sudah menjadi tugas KPU, lanjut Heroik untuk memberi sosialisasi lebih baik bagi Pemilu Legislatif. Namun, caleg juga tak boleh hanya berkampanye lewat peraga kampanye saja. "KPU daerah supaya lebih gencar (sosialisasi), begitu juga calegnya temui masyarakat langsung," ucapnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6

Baca juga:
'Pilih Capres yang Paling Sedikit Buruknya, Jangan Golput'
Saat Pemilu Serentak Tenggelamkan Pamor Caleg dan Parpol
Ridwan Kamil Yakin Jokowi-Ma'ruf Amin Unggul di Jawa Barat
APK Jokowi-Ma'ruf Dirusak di Situbondo, TKN Ungkit Kasus Obor Rakyat
TKN Yakin Bawaslu Netral Usut Laporan Camat Se-Makassar Dukung Jokowi-Ma'ruf
PDIP Koordinasi dengan Partai Oposisi Soal DPT Tambahan Terancam Tak Bisa Nyoblos
TKN Nilai BPN Panik Tak Punya Data Pembangunan Jalan Desa Hingga Sebar Hoaks

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.