PDIP sebut menang pilkada di Jawa belum tentu menang pileg dan pilpres
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengatakan, pilkada di Pulau Jawa menjadi barometer keberhasilan pilkada serentak 2018. Sebab kata dia, mayoritas pemilih terbesar memang terdapat di Pulau Jawa.
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira mengatakan, pilkada di Pulau Jawa menjadi barometer keberhasilan pilkada serentak 2018. Sebab kata dia, mayoritas pemilih terbesar memang terdapat di Pulau Jawa.
"Komposisi menyangkut Jawa, suka tidak suka, Jawa jadi barometer keberhasilan pilkada karena kalau berdasarkan data pemilu, ada 190 juta pemilih. 93,21 Juta ada di Jawa, hampir 70 persen pemilih," kata Andreas di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (11/1).
Dia menambahkan, pertarungan terbesar di pilkada serentak 2018 akan terjadi di Jawa Barat (Jabar). Jumlah pemilih di Jabar cukup besar dibandingkan daerah Pulau Jawa lainnya sekitar 24,5 persen.
"24,5 di Jabar, Jabar akan menjadi wilayah pertarungan. Kemudian Jateng 21 persen, 21,3 persen Jawa Timur. Keberhasilan di pulau Jawa jadi indikator pemilihan nasional 2019," ungkapnya.
Menurutnya, setiap pemenang di pulau Jawa tidak selalu menjadi pemenang dalam pileg atau pilpres. Kemenangan di Pulau Jawa hanya akan memberikan motivasi untuk kembali menang di Pileg atau Pilpres mendatang.
"Siapa yang menguasai Jawa akan menguasai Indonesia jawaban saya belum tentu, karena pilkada, pilpres, pileg berbeda," ucapnya.
"Tapi kalau orang menang di Jawa memberikan motivasi sendiri untuk memangkan event di pileg dan pilpres. Pulau Jawa paling banyak kursi," tandasnya.
Baca juga:
Gus Ipul: Saya cicit pendiri NU, Mba Puti cucu sang proklamator
PDIP yakin kasus e-KTP tak gerus elektabilitas Ganjar di Pilgub Jateng
PDIP sebut Gus Ipul-Puti wujud terima kasih ke KH Hasyim Asy'ari & Bung Karno
Ini strategi Gus Ipul mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur
Megawati perintahkan Basarah menangkan pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno