LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP Nilai Jokowi Tak Punya Beban di Periode Kedua

PDIP Nilai Jokowi Tak Punya Beban di Periode Kedua. Ke depan, masih kata dia, sekarang Jokowi bisa melihat siapa yang bekerja dan tidak. Sehingga, jika ada lembaga atau para pembantu pemerintahan tak layak, wajar akan dihentikan.

2019-07-15 07:33:00
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memaparkan visi dan misinya lima tahun ke depan bersama pasangannya, Ma'ruf Amin. Politisi PDIP Prasetio Edi Marsudi mengatakan, apa yang disampaikan Jokowi, jelas tak punya beban apapun dalam menjalankan pemerintahan ke depan.

"Kalau melihat pidato Presiden, saya melihat setelah terpilih kembali, dia enggak ada beban. Pada saat beliau menjadi presiden pertama kali, beliau beradaptasi dengan kementerian, stafnya dia, itu makan waktu hampir 2 tahun. Ya efisien dia kerja 2 tahun. 1 tahun kemudian, dia persiapan dirinya dia menjadi calon presiden lagi yang sekarang," ucap Prasetio di Sentul International Convention Center, Bogor, Minggu (14/7).

Ke depan, masih kata dia, sekarang Jokowi bisa melihat siapa yang bekerja dan tidak. Sehingga, jika ada lembaga atau para pembantu pemerintahan tak layak, wajar akan dihentikan.

Advertisement

"Nah dia punya infrastruktur, siapa sih yang kerja, siapa sih yang enggak kerja. Saya sepakat apa yang dikatakan beliau. Kalau memang tidak layak, ya sikat sama dia," ungkap Prasetyo.

Selain itu, pria yang duduk sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta ini pun, menilai soal oposisi yang Jokowi sampaikan hal yang wajar. Di mana, PDIP pun pernah menjadi oposisi saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"PDI Perjuangan pernah jadi oposisi kok. Tetapi kan oposisi yang obyektif. Kalau baik ya kita bilang baik. Kalau jelek ya kita bilang jelek. Tetapi bukan oposisi kayak musuhan. Dendam, menghina, itu kan enggak bagus. Apapun ceritanya, Pak Jokowi itu Panglima Tertinggi di Indonesia. Itu harus dihargai, tidak boleh istilahnya Presiden yang tertinggi. Itu simbol loh, enggak boleh dihina," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Jokowi Soal Pertemuan dengan Prabowo: Bicara dari Hati ke Hati
TKN: Persoalan Hukum dan HAM Harus Dirampungkan Jokowi
Soal Oposisi Mulia, TKN Sebut Jokowi Ingin Ada Check and Balance
Tak Sodorkan Nama Calon Menteri ke Jokowi, NasDem Promosikan Putra Surya Paloh
Jokowi Butuh Menteri Berani
Ketua Umum Golkar Angkat Topi dan Puji Pidato 'Visi Indonesia' Jokowi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.