PDIP bantah Jokowi bakal robohkan prasasti peninggalan SBY
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu menegaskan bukan sikap Jokowi dan tim suksesnya, bertindak merobohkan. Dia mengungkit kampanye Pilpres 2014 lalu, dimana Jokowi diserang dengan Koran Obor Rakyat.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah Presiden Joko Widodo berniat kabar rencana perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Dia mengatakan bukan gaya Jokowi merobohkan prasasti peninggalan Presiden RI kelima Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kepemimpinan Pak Jokowi itu berkesinambungan, jadi kita nggak model roboh-merobohkan," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu menegaskan bukan sikap Jokowi dan tim suksesnya, bertindak merobohkan. Dia mengungkit kampanye Pilpres 2014 lalu, dimana Jokowi diserang dengan Koran Obor Rakyat.
"Kita enggak model buat Obor Rakyat sebagaimana dulu dilakukan oleh tim kampanye Pak Prabowo menurut pengakuan Pak Romi selaku Ketum PPP. Jadi kami berkampanye yang berkeadaban, membangun Indonesia, masa berkampanye merobohkan," jelasnya.
Bandara Silangit mulai dibangun sejak masa penjajahan Jepang. Pada tahun 1995 ada penambahan luas landasan pacu dari 900 meter menjadi 1.400 meter. Selanjutnya tahun 2005, SBY meresmikan pengoperasian bandara tersebut.
Pada tanggal 18 Januari 2011, Bandara Silangit didatangi oleh Presiden SBY beserta rombongan yang menggunakan pesawat Boeing 737-500.
Baca juga:
Bandara Silangit, diresmikan SBY diganti Jokowi
Disetujui Jokowi, Bandara Silangit resmi ganti nama jadi Sisingamangaraja XII
Tim Jokowi nilai Yenny Wahid wajar direbutkan karena putri Gus Dur
'Keluarga besar dan lengan politik NU ada di koalisi Jokowi-Ma'ruf'
Hidayat Nur Wahid setuju iklan program Jokowi di bioskop dicopot
SBY jadi penasihat Prabowo, PDIP klaim banyak kader Demokrat tetap dukung Jokowi