Panitia sudah larang kader PKS bawa anak saat kampanye
Panwaslu sudah memelototi PKS karena kerap kampanye bawa anak.
Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) menggelar kampanye nasional di Makassar, Sulawesi Selatan siang ini. Mereka mengaku telah berpesan kepada semua kader maupun simpatisan yang akan mengikuti kampanye di Lapangan Hertasning Makassar, untuk tidak membawa anak-anak.
Seperti diketahui, Panwaslu sudah memelototi PKS karena kerap kampanye bawa anak.
"Kami melarang para kader, caleg maupun simpatisan yang akan ikut berkampanye besok di Lapangan Hertasning untuk membawa anak-anak karena itu tidak etis dilakukan," ujar Ketua Kampanye Nasional Jafar Sodding.
Jafar mengatakan, kampanye dengan melarang pelibatan anak-anak itu sudah disosialisasikan kepada semua pengurus dan kader. Dia mengaku selama ini bukan kesengajaan kadernya membawa anak saat kampanye.
Selama ini, sosialisasi tentang larangan pelibatan anak-anak itu sudah dilakukan dari tingkat pusat sampai daerah. Panitia juga sudah mengantisipasi dengan menyediakan sembilan posko penitipan anak.
"Kami menilai mungkin hal itu karena banyak kader PKS yang tidak bisa menitipkan anaknya dahulu, atau karena tidak punya pembantu. Namun, kami sudah sosialisasikan mengenai peraturan itu kepada kader dan semoga di Lapangan Hertasning tidak terjadi," kata Jafar.
Anggota DPRD Sulsel itu berjanji akan lebih keras melarang kader dan simpatisannya melibatkan anak-anak dalam kampanye, sesuai Pasal 15 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
Pasal tersebut mengatur bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Dia mengakui hasil sosialisasi larangan pelibatan anak dalam kampanye yang sebelumnya dilakukan, memang dirasa kurang maksimal.
Namun dia menolak jika dikatakan kesalahan membawa anak hanya ditimpakan pada parpol. Menurutnya KPU dan Panwaslu juga harus lebih aktif menyosialisasikannya.
Baca juga:
Ahok yakin Gerindra dapat 20 persen suara di Pileg
Kampanye dukung Prabowo, Ahok tak kapok batalkan agenda kerja
Satu pekan masa kampanye, 185 partisipan parpol melanggar lalin
Pernyatan terbuka Gerindra sebut Pengadilan HAM berlebihan
Siapa capres boneka yang disindir Prabowo?