LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

NasDem beri sinyal koalisi dengan PDIP di Pilwalkot Surabaya

Hal itu lantaran tak ada lawan yang dinilai mampu mengalahkan Risma.

2015-07-01 23:30:00
Tri Rismaharini
Advertisement

Partai Nasional Demokrat (NasDem) mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), untuk membahas masalah Pilwali Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Desember 2015 mendatang.

"Khusus untuk Pilkada Surabaya, yang akan digelar Desember nanti, kita sudah berkomunikasi dengan PDIP. Tapi (pembicaraan) hanya sebatas DPP, belum ada instruksi ke DPW maupun DPC," kata Ketua DPW NasDem Jawa timur, Effendi Choirie usai menemui Gubernur Soekarwo di Surabaya, Rabu (1/7).

Gus Choi, sapaan Effendi Choirie mengaku pihaknya belum membahas masalah calon yang diusung di Pilkada Surabaya nanti. Walaupun NasDem sudah melakukan penjaringan.

"Semua yang mendaftar ke NasDem, popularitasnya rendah, jadi kita sulit untuk mengusungnya. Kita tunggu instruksi dari DPP," akunya.

Diakuinya, saat ini, data survei internal NasDem, menyatakan calon petahana Tri Rismaharini yang kembali disandingkan dengan Whisnu Sakti Buana masih menjadi yang terkuat.

"Kemungkinan akan bekerja sama, tapi belum ada instruksi akan mendukung siapa. Yang jelas, Risma masih belum bisa dilawan oleh figur lain. Tidak ada yang lebih populer dari Risma di mata rakyat Surabaya, sehingga kira-kira kecenderungan NasDem juga ke Risma," ucapnya.

Sehingga, kata Gus Choi, jika nantinya tak ada lawan tanding bagi Risma-Whisnu, atau hanya ada calon tunggal, bisa dipastikan Pilwali akan dimenangkan oleh pelaksana tugas (Plt) selama dua tahun.

Karena, berdasarkan undang-undang, jika Pilkada hanya dihuni calon tunggal, pesta demokrasi lima tahunan di Kota Pahlawan ini, bisa jadi akan ditunda hingga 2017 mendatang. "Jika demikian, saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab, jika ini terjadi," katanya.

Lanjut dia, munculnya Koalisi Majapahit yang dimotori, PKB, Gerindra, PKS, Golkar, PAN dan Demokrat, masih belum memunculkan nama pasangan calon yang bisa bersaing dengan Risma-Whisnu.

"Kita tidak tahu siapa pasangan yang diusung poros Majapahit. Kan NasDem tidak diajak, sehingga kami tidak tahu figurnya siapa," dalihnya.

Terkait pertemuannya dengan Soekarwo, yang notabenenya juga Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Gus Choi mengaku hanya sebatas komunikasi antara NasDem dengan Demokrat.

"Apakah kita akan koalisi atau tidak, kita akan bicarakan lagi. Pakde (Soekarwo) janji minggu depan kita akan ngobrol bareng lagi, ngopi bareng di malam hari," tandasnya.

Baca juga:
Rekomendasi Risma turun, 6 Parpol siap bendung wacana aklamasi
Rekomendasi turun, PDIP jagokan Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya
Masih belum tersaingi, Risma jadi calon tunggal Pilkada Surabaya?
Sulit dicari tandingnya, mungkinkah Risma jadi calon tunggal?
Rekomendasi kepala daerah PDIP sudah turun, Risma kembali maju
Diminta Prabowo & Cak Imin lawan Risma, Ahmad Dhani menolak
Risma luncurkan kurikulum anti narkoba di sekolah se-Surabaya

(mdk/efd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.