Rekomendasi turun, PDIP jagokan Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya
Merdeka.com - Ketua DPC PDIP Surabaya, Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana, memastikan rekomendasi partainya untuk dirinya dan Tri Rismaharini sebagai bakal calon wali kota (Bacawali) dan Bacawawali Kota Surabaya akan segera turun.
Kata politisi yang akrab disapa WS ini, kepastian rekomendasi partainya itu, telah disampaikannya pada sejumlah tokoh masyarakat dan kader partai. Sehingga, pasangan Risma-Whisnu dipastikan siap bertarung di Pilwali Surabaya, Desember 2015 mendatang.
"Sore kemarin (23/6), saat silaturahmi dengan beberapa tokoh dan penggerak PDIP di Kecamatan Sukolilo dan Rungkut, semunya sudah saya sampaikan. Pekan depan, rekomendasi itu sudah kita terima," kata WS di kantornya, Rabu (24/6).
Menurut WS yang juga Wawali Surabaya ini, keputusan DPP PDIP mengusung pasangan incumbent tersebut, jelas akan mempengaruhi konstelasi politik di Kota Pahlawan.
Terlebih, hingga saat ini, belum ditemukan lawan sepadan untuk pasangan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana di Pilwali Kota Surabaya, yang sesuai agenda di gelar 9 Desember 2015 mendatang itu.
"Keputusan ini akan menjadi barometer perpolitikan di Surabaya. Sehingga muncul kepastian politik bagi semuanya. Selanjutnya, kami mohon doa restu dari seluruh warga Surabaya. Rekom untuk pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti akan turun pekan depan," ucapnya yakin.
Di Pilwali nanti, dipaparkan WS, kepentingan partainya, jelas yaitu menjaga 15 tahun kepemimpinan PDIP di Kota Surabaya. "Ini berkat perjuangan bersama. Demi kecintaan kami untuk Surabaya," tegasnya.
Dan untuk menjaga kemenangan selama tiga kali Pilkada itu, PDIP mempercayakan pada duet alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), yaitu Risma-Whisnu, untuk kembali maju di Pilwali Surabaya 2015.
Sekadar tahu, estafet kepemimpinan di Kota Pahlawan ini, dimulai dari Bambang Dwi Hartono, yang merupakan kader tulen PDIP. Saat itu, Bambang memulai karirnya sebagai wakil wali kota di Surabaya.
Kemudian Tahun 2000, Bambang maju sebagai calon wali kota dan memenangi Pilwali. Bambang memimpin Surabaya hingga dua periode. Di Tahun 2010, dia dipasangkan dengan Tri Rismaharini oleh PDIP. Lagi-lagi, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mampu menguasai kota metropolis kedua setelah Jakarta tersebut.
Sayang, di Medio 2013, Bambang tidak bisa terus mendampingi Risma. Dia mundur sebagai wakil wali kota dan digantikan oleh Whisnu Sakti Buana. Bambang mundur karena maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur 2013 lalu.
"Perjalanan ini, menunjukkan adanya perubahan di Kota Surabaya. PDIP akan terus berbenah di berbagai sektor kehidupan selama kurun 15 tahun terakhir di kota yang kita cintai ini," tutup WS dengan senyum.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya